BGN Perketat Pengawasan Program MBG Pasca-Insiden Keracunan

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 30 September 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Menyusul serangkaian laporan mengenai kasus keracunan yang diduga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan memberlakukan aturan yang lebih ketat guna memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 26 September 2025, menyatakan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang terlibat dalam program MBG wajib dipimpin oleh seorang chef bersertifikasi.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan standar operasional program MBG. Oleh karena itu, kami mewajibkan setiap dapur SPPG dipimpin oleh chef yang memiliki sertifikasi kompetensi,” ujar Nanik.

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan bahwa setiap dapur akan diawasi oleh dua orang chef, di mana satu orang akan ditunjuk langsung oleh BGN dan satu orang lainnya merupakan perwakilan dari mitra pelaksana program.

Selain itu, BGN juga menegaskan komitmennya untuk menghentikan penggunaan produk makanan olahan pabrik dalam program MBG. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendukung perekonomian lokal dan memberdayakan masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan instruksi Presiden, program MBG harus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, bukan hanya menguntungkan pemilik pabrik besar,” tegas Nanik.

Sebagai implementasi dari kebijakan ini, BGN akan memprioritaskan penggunaan bahan-bahan makanan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat, seperti roti yang akan diproduksi oleh ibu-ibu dari siswa penerima manfaat program MBG.

Namun, Nanik mengakui bahwa pengecualian akan diberikan untuk daerah-daerah yang tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk memproduksi bahan makanan tertentu, seperti susu.

Dalam kesempatan yang sama, BGN juga menyampaikan informasi mengenai hasil investigasi terhadap kasus keracunan yang terjadi. Berdasarkan data terbaru, lebih dari 5.000 anak menjadi korban keracunan akibat program MBG.

Baca Juga :  Dukung Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo, Bupati Tapsel Bangun 1.000 Kolam Ikan untuk Swasembada Pangan

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa 45 dapur program MBG tidak memenuhi standar prosedur operasional (SOP) yang telah ditetapkan.

Sebagai tindakan tegas, BGN telah menutup 40 dapur di antaranya hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kami telah membentuk tim independen yang melibatkan pihak kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap dapur-dapur yang bermasalah,” jelas Nanik.

BGN berharap dengan adanya langkah-langkah ini, program MBG dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh siswa di Indonesia. (KR/L6)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonif 123/Rajawali Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos di Kampung Wonggi
Melalui Patroli Keamanan Gabungan, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Berhasil Temukan Ladang Ganja
Kasad: Lulusan Seskoad Harus Berwawasan Strategis dan Visioner
Pangdam XXIII/Palaka Wira Berikan Semangat dan Motivasi Prajurit Peserta Lomba Pencak Silat Militer Virtual Tahun 2026
Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 : Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Kasad Beri Penghormatan Terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Senior
Pemerintah Perketat Akses Medsos untuk Anak, Akun di Bawah Usia 16 zMulai di Batasi
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:04 WIB

Satgas Yonif 123/Rajawali Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos di Kampung Wonggi

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:10 WIB

Melalui Patroli Keamanan Gabungan, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Berhasil Temukan Ladang Ganja

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:48 WIB

Kasad: Lulusan Seskoad Harus Berwawasan Strategis dan Visioner

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Pangdam XXIII/Palaka Wira Berikan Semangat dan Motivasi Prajurit Peserta Lomba Pencak Silat Militer Virtual Tahun 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:57 WIB

Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 : Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru