KompasReal.id, Gelombang kebangkitan budaya kembali terasa di berbagai daerah Indonesia sepanjang awal tahun 2026. Berbagai kegiatan seni, tradisi, dan festival lokal mulai ramai digelar, menandakan semakin kuatnya peran budaya dalam kehidupan masyarakat sekaligus sebagai penggerak ekonomi kreatif.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan turut memperkuat komitmen tersebut dengan menghadirkan program Dana Indonesia Raya. Program ini menjadi pengembangan dari Dana Indonesiana, dengan alokasi ratusan miliar rupiah untuk mendukung pelaku seni, komunitas budaya, hingga pelestarian warisan budaya di berbagai daerah.
Tidak hanya di tingkat nasional, geliat budaya juga tampak di ibu kota melalui rencana penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng. Acara ini menjadi wadah silaturahmi masyarakat sekaligus panggung bagi kesenian khas Betawi seperti ondel-ondel, tanjidor, hingga kuliner tradisional.
Di daerah, upaya pelestarian budaya terus dilakukan oleh komunitas lokal. Tradisi lisan seperti kejhung di Jawa Timur kembali dihidupkan oleh masyarakat sebagai bentuk menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.
Selain itu, berbagai kota seperti Yogyakarta juga menggelar pesta rakyat yang menggabungkan seni, kuliner, dan interaksi sosial masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk berkembang.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, budaya Indonesia menunjukkan ketahanan dan daya hidup yang tinggi.
Namun demikian, tantangan seperti globalisasi, regenerasi pelaku budaya, serta perlindungan hak cipta tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Kemenpar












