KompasReal.id, Fenomena budaya kembali menjadi sorotan dunia setelah berbagai tradisi, festival, hingga tren busana tradisional viral di media sosial sepanjang 2026. Berbagai peristiwa ini menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki daya tarik besar bagi masyarakat global.
Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah kontroversi penggunaan anting tradisional “jhumka” dalam peragaan busana oleh merek fashion internasional Ralph Lauren di ajang Paris Fashion Week. Banyak warganet menilai penggunaan aksesori tradisional Asia Selatan itu tidak disertai penjelasan budaya yang memadai sehingga memicu perdebatan tentang cultural appropriation atau apropriasi budaya.
Di sisi lain, tradisi lokal juga menjadi viral karena keunikannya. Festival Raulane di wilayah Himalaya, India, menarik perhatian dunia karena ritualnya yang berkaitan dengan legenda peri penjaga desa. Dalam festival tersebut, warga mengenakan topeng dan melakukan tarian ritual untuk memohon perlindungan selama musim dingin.
Sementara itu di Asia, perayaan Holi kembali menjadi perbincangan setelah video viral menunjukkan sisi kontroversial dalam perayaan tersebut di India. Video yang beredar memicu diskusi nasional tentang keamanan perempuan dan batasan perilaku selama festival warna tersebut.
Dari Indonesia, budaya tradisional seperti Pacu Jalur di Riau juga sempat viral secara global melalui video yang beredar di media sosial. Tradisi lomba perahu panjang ini tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga memperkuat citra budaya Nusantara di mata dunia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di era media sosial, budaya dapat dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian global. Tradisi lokal, festival, hingga unsur budaya dalam fashion kini dapat menjadi viral hanya melalui satu video atau unggahan yang menarik perhatian publik.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Kemenpar.go.id












