Camat Bukit Malintang Tinjau Rumah Warga yang Memilukan, Siap Upayakan Bantuan RTLH

Redaksi

- Editor

Selasa, 7 April 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

, Bukit Malintang – Kondisi rumah seorang warga di Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, memantik perhatian pemerintah kecamatan. Rumah yang dihuni keluarga tersebut terlihat sangat memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni.

 

Menindaklanjuti laporan dari Kepala Desa Hutabangun Jae, Camat Bukit Malintang M. Zorro Lubis turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (7/4/2026). Dalam peninjauan tersebut, camat didampingi oleh Kasi Pemerintahan, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Rantib), staf kecamatan, Kepala Desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

 

Saat melihat langsung kondisi rumah warga, Camat Bukit Malintang mengaku sangat iba. Ia menilai kondisi rumah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

 

“Kondisi rumah ini sangat memilukan. Kita tentu tidak bisa tinggal diam melihat keadaan masyarakat seperti ini,” ujar Camat M. Zorro Lubis di sela-sela peninjauan.

 

Menurutnya, pihak kecamatan akan berupaya mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di bawah Dinas Sosial. Ia juga mengarahkan pemerintah desa untuk segera menyiapkan seluruh berkas dan data yang diperlukan untuk pengajuan bantuan tersebut.

 

Camat menegaskan, meskipun dirinya baru dua hari bertugas di Kecamatan Bukit Malintang, ia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

 

“Saya memang baru dua hari bertugas di Bukit Malintang ini. Namun ketika mendengar dan melihat langsung kondisi warga seperti ini, rasanya sangat memilukan jika kita tidak berbuat sesuatu. Selama saya memimpin di sini, saya akan berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa dengan kerja sama dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat, berbagai persoalan warga dapat diatasi bersama.

Baca Juga :  Pemotor di Langkat Ditusuk Begal Akibat Motif Cemburu, Polisi Bertindak Cepat Ringkus Pelaku

 

“Jika kita membangun kepedulian bersama antara seluruh elemen pemerintahan di Kecamatan Bukit Malintang serta tokoh masyarakat lainnya, saya yakin tidak ada yang sulit untuk dilakukan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Desa Hutabangun Jae Darlis Lubis menjelaskan bahwa keluarga tersebut memang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, terutama untuk renovasi rumah yang saat ini sudah tidak layak dihuni.

 

Menurutnya, pemerintah desa selama ini hanya dapat membantu melalui bantuan kebutuhan pokok seperti program PKH, karena keterbatasan anggaran desa untuk memperbaiki rumah secara menyeluruh.

 

“Keluarga ini memang sangat membutuhkan bantuan, terutama renovasi rumah dari pemerintah pusat maupun daerah,” jelas Darlis.

 

Ia juga menceritakan kondisi keluarga tersebut yang cukup memprihatinkan. Kepala keluarga bekerja serabutan, mulai dari menjadi kuli bangunan hingga membersihkan rumput di kebun warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Sementara itu, sang istri diketahui mengalami gangguan mental yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Kondisi tersebut membuatnya sering berjalan tanpa arah di jalan raya, bahkan terkadang merusak rumahnya sendiri.

 

Menurut keterangan warga bermarga Batubara di sekitar lokasi, kerusakan pada rumah tersebut sebagian juga disebabkan oleh kondisi sang istri yang kerap merusak bagian rumah. Meski demikian, warga sekitar tetap menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan berupa papan triplek untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak.

 

Adapun keluarga tersebut diketahui bernama Marwan Nasution (40) sebagai kepala keluarga, bersama istrinya Intan Permata Sari (35). Mereka memiliki dua orang anak, yakni Riza Aisyah (16) yang saat ini duduk di kelas I SMA, serta Alif (11) yang masih bersekolah di tingkat SD.

 

Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat kehidupan mereka sehari-hari cukup berat, sehingga bantuan dari pemerintah sangat diharapkan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal dan kesejahteraan keluarga tersebut. (KR11).

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan
Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan
LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak
Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom
Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin
Marini Juliana Hutabarat Dilantik Pimpin GAMKI Kota Padangsidimpuan Periode 2026–2029
Usai Diberikan Pemahaman Hukum, Warga Perbatasan Sambas Lepas Senjata Tanpa Izin
Truk Diduga Rem Blong Tabrak Kendaraan dan Lapak di Kotapinang, Dua Orang Meninggal
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:34 WIB

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:01 WIB

LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:57 WIB

Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom

Senin, 6 Juli 2026 - 23:16 WIB

Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin

Berita Terbaru

Bisnis

District 8: Harmonisasi Kehidupan Urban di Jantung Jakarta

Senin, 20 Jul 2026 - 22:36 WIB