KompasReal.id, Gelaran festival budaya internasional di berbagai negara Asia belakangan menjadi perhatian publik dunia setelah sejumlah pertunjukan tradisional dipadukan dengan teknologi modern dan konten digital yang viral di media sosial. Ribuan wisatawan memadati lokasi acara untuk menyaksikan parade budaya, seni tari, hingga pertunjukan cahaya yang menampilkan identitas lokal dengan konsep kekinian.
Di Jepang, festival musim semi dengan pertunjukan kimono digital dan parade lampion pintar ramai diperbincangkan setelah videonya ditonton jutaan kali di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai perpaduan budaya klasik dan teknologi berhasil menarik minat generasi muda terhadap tradisi leluhur.
Sementara itu di Korea Selatan, pertunjukan musik tradisional yang dikombinasikan dengan hologram dan efek visual modern menjadi daya tarik utama wisatawan internasional. Pemerintah setempat disebut terus mendorong promosi budaya nasional sebagai bagian dari diplomasi budaya global.
Fenomena serupa juga terjadi di Tiongkok dan Thailand, di mana festival rakyat dan perayaan adat kembali populer setelah banyak kreator konten mengangkat suasana acara melalui video pendek yang viral. Kehadiran media sosial dinilai membuat budaya lokal lebih mudah dikenal lintas negara.
Pengamat budaya internasional menyebut tren ini menunjukkan bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat kuat di tengah perkembangan era digital. Inovasi penyajian tanpa meninggalkan nilai asli dianggap menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup dan diminati generasi masa kini.
Penulis : Kr03
Editor : Emas













