GREAT Institute Sambut Baik Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Israel-Iran

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan Iran.

 

Kesediaan Prabowo ini disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI.

 

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis @Kemlu_RI.

 

Israel secara mendadak menyerang sejumlah pemukiman sipil Iran di Tehran dan Isfahan serta kota lain pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei menjadi salah satu fasilitas yang disasar dalam serangan itu.

 

Sementata sebuah asrama putri di Isfahan dilaporkan ikut hancur dan sejauh ini menewaskan puluhan siswi.

 

Serangan Israel dilakukan di tengah putaran ketiga pembicaraan damai AS dan Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.

 

Tak lama setelah serangan itu Iran melancarkan seranhan balasan menggunakan hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBN. Selain Tel Aviv, Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

 

Lembaga think tank GREAT Institute mendukung langkah Presiden Prabowo menawarkan diri menjadi mediator di antara Israel dan AS di satu pihak dan Iran di pihak lain.

 

“Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan Sabtu malam.

Baca Juga :  Rumput Liar di Kantor Camat Siabu Disorot, Anggota DPRD Madina Nilai Cerminan Buruk Pelayanan ke Publik

 

Teguh mengatakan, pembicaraan damai harus terus dilakukan. Metode dan pendekatan baru harus diaplikasikan, salah satunya dengan melibatkan Indonesia sebagai mediator.

 

“Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira,” katanya lagi.

 

Teguh juga mengatakan serangan balasan Iran adalah upaya untuk “menyamakan” kedudukan, dan itu legal karena dijamin dalam Piagam PBB.

 

Setelah kedudukan disamakan, dia berharap terjadi peredaan, dan pihak-pihak bertikai bersedia memulai kembali pembicaraan damai. []

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teguh Santosa: Teror terhadap Aktivis HAM Ancaman Serius bagi Demokrasi
JMSI Tabagsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi
JMSI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Medan
GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of P
Turnamen Amal Voli U-15 Digelar di Deliserdang, MAVI Sumut dan Bapoksi Galang Donasi Bencana
Dukung Pengembangan Potensi Siswa, SMAN 2 Medan Gelar Parenting dan Serahkan SK Komite
Merdeka Institute dan JMSI Bersinergi Tingkatkan SDM Media
Wamen HAM: JMSI Harus Jadi Bagian dari Pelaksanaan Tanggung Jawab Negara
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:13 WIB

Teguh Santosa: Teror terhadap Aktivis HAM Ancaman Serius bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:27 WIB

JMSI Tabagsel Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:18 WIB

JMSI Sumut Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Medan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:48 WIB

GREAT Institute Sambut Baik Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Israel-Iran

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:38 WIB

GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of P

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB