KompasReal.id, Pemerintah Indonesia mengimpor sekitar 1.300 ekor sapi perah dari Australia sebagai bagian dari program ambisius meningkatkan produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan impor produk olahan susu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan sektor peternakan dalam negeri.
Menurut laporan Reuters, impor sapi perah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan peternak dan perusahaan Australia, dengan tujuan mempercepat peningkatan populasi sapi perah produktif di Indonesia. Program ini ditargetkan mendukung kebutuhan susu nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi rumah tangga.
Reuters melaporkan, pemerintah Indonesia menargetkan penambahan hingga satu juta ekor sapi perah dalam lima tahun ke depan, dengan melibatkan peternak lokal dan usaha kecil menengah. Sapi-sapi impor tersebut akan didistribusikan ke berbagai sentra peternakan untuk dikembangbiakkan dan dikelola secara modern.
Kementerian terkait menyatakan bahwa impor ini tidak dimaksudkan untuk mematikan peternak lokal, melainkan sebagai transfer bibit unggul dan teknologi. Pemerintah berharap produktivitas sapi perah nasional dapat meningkat signifikan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi susu segar.
Namun demikian, sejumlah pengamat menilai kebijakan impor sapi perah harus dibarengi dengan kesiapan pakan, kesehatan hewan, dan infrastruktur peternakan. Reuters mencatat bahwa tantangan iklim, biaya logistik, serta adaptasi sapi impor terhadap lingkungan lokal akan menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut ke depan.
(Sumber: Reuters, 2026)
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Reuters












