KompasReal.id, Kisah seorang pria asal London mendadak viral setelah aksinya yang nekat mengejar iPhone curiannya hingga ke China. Bermodalkan fitur Find My iPhone, pria tersebut memantau pergerakan ponselnya yang dicuri di jalanan London dan terus bergerak lintas negara hingga akhirnya terlacak berada di Shenzhen, China, kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik dunia.
Alih-alih pasrah atau hanya melapor ke polisi, korban pencurian iPhone ini memilih mengambil langkah ekstrem dengan memesan tiket pesawat dan terbang ribuan kilometer ke China. Bagi pria ini, kasus pencurian iPhone bukan sekadar kerugian materi, melainkan pelanggaran privasi yang membuatnya geram dan ingin memperjuangkan haknya sebagai pemilik sah perangkat tersebut.
Setibanya di Shenzhen, ia menyusuri pasar elektronik yang dikenal sebagai tempat peredaran ponsel rekondisi dan barang elektronik ilegal. Berdasarkan sinyal pelacakan iPhone, pria tersebut mengklaim berhasil menemukan ponselnya di salah satu kios pasar. Namun, proses untuk mengambil kembali iPhone curian itu tidak mudah karena harus berhadapan dengan sistem pasar abu-abu dan jaringan perdagangan yang terorganisir.
Aksi pengejaran iPhone lintas benua ini menuai perhatian luas di media sosial dan menjadi sorotan internasional. Banyak pihak menilai kejadian ini membuka mata publik tentang jaringan perdagangan ponsel curian internasional, yang mampu memindahkan sebuah iPhone dari Eropa ke Asia hanya dalam hitungan hari melalui jalur pasar gelap.
Meski kisah ini terkesan heroik, para pakar keamanan mengimbau masyarakat agar tidak meniru tindakan berisiko tersebut. Menghadapi pelaku kriminal di negara asing dapat membahayakan nyawa. Namun, kasus ini sekaligus membuktikan bahwa teknologi pelacakan iPhone sangat akurat, meski penegakan hukum lintas negara masih kerap tertinggal jauh dari kecepatan kejahatan global.KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













