Isi Pidato Remaja Nepal yang Sulut Amarah Gen Z hingga Demo Besar

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Nepal – Sebuah video berisi pidato seorang pelajar sekolah menengah Nepal viral di media sosial saat demonstrasi membara dalam beberapa hari terakhir.

Dalam video tersebut, ia menyerukan perlawanan terhadap korupsi dan ketidakadikan.

Pelajar yang diidentifikasi sebagai Abiskar Raut menyampaikan pidato di acara tahunan Holy Bell English Secondary School.

Cuplikan video ini diunggah pada akhir Maret dan viral pada akhir Agustus.

Dalam video yang beredar, Raut ingin membangun Nepal yang baru dari pemerintah korup, pemerintah yang dianggap tak bisa memberi kesejahteraan untuk rakyatnya.

Beberapa hari terakhir, generasi Z Nepal menggelar demonstrasi anti-korupsi dan mengecam sensor hingga pemerintahan yang otoriter.

Namun, unjuk rasa ini ditanggapi dengan kekerasan oleh aparat.

Di awal-awal demonstrasi, 21 orang tewas, mayoritas karena tindakan keras kepolisian. Menurut laporan yang beredar di media sosial, polisi menembakkan gas air mata, peluru karet, hingga peluru sungguhan untuk membubarkan massa.

Tindakan keras polisi kian membuat warga marah. Mereka menuntut Perdana Menteri Oli Sharma angkat kaki dari kursi kekuasaan. Dia akhirnya mundur.

Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki telah dilantik sebagai PM Nepal untuk memimpin masa transisi tersebut pada Jumat (12/9/2025).

Berikut isi pidato remaja Nepal yang viral saat demonstrasi di negara itu membara, dikutip NDTV.

Hari ini saya berdiri di sini. Berdiri di sini dengan impian membangun Nepal yang baru, dengan api harapan dan semangat yang membara dalam diri saya.

Namun, hati saya terasa berat karena impian ini tampaknya mulai sirna. Bangkit dan bersinarlah, masa depan kekaisaran yang akan datang ini.

Nepal, ibu pertiwi kami, negara ini telah melahirkan dan membesarkan kami. Tapi apa yang dimintanya sebagai balasan? Hanya kejujuran, kerja keras, dan kontribusi kami.

Baca Juga :  Kemlu RI Bantah Keras Laporan Media Israel Soal Kunjungan Presiden Prabowo ke Israel

Tapi apa yang kami lakukan? Kami terbelenggu oleh rantai pengangguran, melihat peluang yang luas. Kami terjebak permainan partai politik yang egois.

Korupsi telah tumbuh subur dalam jaring yang memadamkan cahaya masa depan kami.

Kalau bukan kalian yang bersuara, siapa lagi? Kalau bukan kalian yang membangun bangsa ini, siapa lagi? Kami adalah api yang akan membakar habis kegelapan.

Kami adalah badai yang akan menyapu bersih ketidakadilan dan membawa kemakmuran.

Para pejuang telah menumpahkan darah mereka untuk memberi kita bangsa ini.

Kita tak bisa diam, kita tak boleh kehilangan. Kita adalah apinya: kita akan membakar setiap keputusasaan.

Sekarang, sekarang saatnya. Apakah kita akan mengubah nasib bangsa ini atau membiarkan tetap terbelenggu?

Raja Birendra pernah mengatakan, sekalipun aku mati, negaraku akan tetap hidup.

Seluruh anak-anak muda, simpan pesan ini di dalam hatimu.

Nepal milik kita dan masa depan ada di tangan kita.

Sumber: CNNIndonesia.com

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka
Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir
Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 10:45 WIB

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Berita Terbaru