KompasReal.id, Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat di awal 2026. Sejumlah media nasional melaporkan adanya sinyal evaluasi kinerja menteri yang berpotensi berujung pada pergantian posisi dalam waktu dekat, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Istana.
setidaknya 10 menteri disebut-sebut masuk dalam radar evaluasi. Isu ini berkembang seiring dinamika politik internal koalisi serta penilaian kinerja kementerian strategis dalam 100 hari kerja lanjutan pemerintahan Prabowo.
Beberapa pos kementerian yang kerap disebut dalam pemberitaan berada di sektor strategis, mulai dari bidang ekonomi, pembangunan manusia, hingga hubungan luar negeri. Namun, nama-nama menteri yang dikabarkan terdampak masih bersifat spekulatif dan berbeda-beda antar media, menandakan belum adanya kepastian politik.
Dari sisi Istana, sejumlah pejabat menegaskan bahwa hak prerogatif reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Presiden disebut hanya akan melakukan perombakan jika dinilai perlu demi meningkatkan efektivitas dan percepatan program prioritas nasional.
Sementara itu, elite partai politik koalisi memberikan respons beragam. Ada yang menyebut reshuffle sebagai hal wajar dalam pemerintahan, namun ada pula yang meminta publik tidak berspekulasi berlebihan karena dapat mengganggu stabilitas politik dan kinerja kabinet.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai waktu pasti maupun daftar menteri yang akan diganti.
Publik diminta menunggu pengumuman langsung dari Presiden Prabowo, sembari memastikan informasi yang beredar berasal dari sumber kredibel dan bukan kabar hoaks.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













