Jakarta kembali dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak kamis

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id,  JAKARTA–(23/1/2026) hingga akhir pekan. Menurut data BPBD DKI Jakarta per Sabtu pagi (24/1/2026) pukul 08.00 WIB, masih ada 90 RT yang terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20-120 cm. Banjir ini terutama melanda wilayah Jakarta Barat seperti Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedaung Kali Angke, serta Jakarta Timur di Kampung Melayu yang mencapai 1 meter.

Sembilan ruas jalan utama juga masih tergenang, menyebabkan kemacetan parah dan akses transportasi terganggu. Beberapa titik rawan seperti Puri Kembangan dan sekitar Kali Ciliwung menjadi sorotan karena air sulit surut meski hujan sudah reda. Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas SDA, serta relawan terus melakukan pemompaan dan evakuasi warga terdampak.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan banjir berulang ini menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia telah memerintahkan normalisasi tiga sungai besar, yaitu Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama, sebagai solusi jangka panjang. “Kita harus segera benahi alur sungai agar banjir tidak lagi jadi musim tahunan,” ujar Pramono saat meninjau lokasi Kali Cakung Lama baru-baru ini.
Normalisasi sungai tersebut meliputi pelebaran dan pendalaman dasar sungai, pengerukan sedimen, serta penambahan pompa di titik-titik strategis.

Pramono menekankan bahwa sebagian besar masyarakat kini sudah mendukung program ini karena dampak banjir yang terus berulang dalam dua minggu terakhir sangat merugikan. Proses ini diharapkan dimulai secepatnya oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI.

Warga di kawasan rawan banjir diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan tinggi dan segera melapor jika terjadi longsor atau jebol tanggul. Pantauan terkini menunjukkan tinggi muka air di beberapa pos pantau seperti Pintu Air Karet masih tinggi, meski tren mulai menurun sore hari.

Baca Juga :  Padangsidimpuan Bangkit: Aksi Kolaboratif, Bersama Masyarakat, Polres Padangsidimpuan Bersihkan Jejak Banjir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mempercepat penanganan banjir melalui pendekatan terintegrasi, termasuk operasi modifikasi cuaca dan penguatan infrastruktur drainase. Masyarakat diharapkan turut serta menjaga kebersihan saluran air agar upaya pencegahan banjir Jakarta lebih efektif ke depannya.

KR03

 

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Padukan Tenun dan Modern, Almira ADS di Booth 18 Curi Perhatian di PERSIT BISA Vol. II
Hadir Sebagai Guru Pengganti, Satgas Yonif 410/ALG Semangati Generasi Muda di Aroba
Jelang HUT ke-80 Persit, Kasad Terima Ketum dan Kader Berprestasi di Mabesad
Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Laporan ke Presiden, Ini Poin Pentingnya
TNI Hadir Memberikan Rasa Aman Terhadap Saudara Diujunh Timur Indonesia
Jaringan Ekstremisme Digital Libatkan Remaja, Ancaman Baru Keamanan Nasional
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah.  ‎
Reshuffle Kabinet April 2026, Prabowo Subianto Rombak Sejumlah Pos Strategis
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:25 WIB

Padukan Tenun dan Modern, Almira ADS di Booth 18 Curi Perhatian di PERSIT BISA Vol. II

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:18 WIB

Hadir Sebagai Guru Pengganti, Satgas Yonif 410/ALG Semangati Generasi Muda di Aroba

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jelang HUT ke-80 Persit, Kasad Terima Ketum dan Kader Berprestasi di Mabesad

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:18 WIB

Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Laporan ke Presiden, Ini Poin Pentingnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:30 WIB

TNI Hadir Memberikan Rasa Aman Terhadap Saudara Diujunh Timur Indonesia

Berita Terbaru