Jejak Polisi Humanis di Padangsidimpuan: Kiprah AKBP Dr. Wira Prayatna Membangun Penegakan Hukum Berbasis Kearifan Lokal

Redaksi

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Advertorial

KompasReal.id, Padangsidimpuan – Penegakan hukum tidak lagi hanya berbicara tentang ketegasan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan, kemanusiaan, dan pemulihan bagi masyarakat. Gagasan inilah yang diangkat dalam buku “Pengabdian Bhayangkara di Padangsidimpuan: Optimalisasi Kolaborasi dan Kearifan Lokal” karya AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Buku ini menjadi dokumentasi perjalanan pengabdian Polres Padangsidimpuan dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah pembahasan mengenai penerapan Restorative Justice yang dipadukan dengan nilai-nilai kearifan lokal Dalihan Na Tolu, sebagai pendekatan penyelesaian perkara yang mengedepankan musyawarah, perdamaian, dan pemulihan hubungan sosial.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Penulis menjelaskan bahwa paradigma penegakan hukum di Indonesia telah mengalami perubahan menuju keadilan restoratif sebagaimana semangat KUHP Nasional. Polisi tidak hanya bertugas menindak pelaku, tetapi juga menjaga keseimbangan sosial dan menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh pihak.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Selain aspek hukum, buku ini mengulas komitmen Polres Padangsidimpuan dalam perlindungan anak melalui berbagai strategi pencegahan dan penanganan kasus yang melibatkan anak, dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan kolaboratif.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Perang melawan narkoba juga menjadi perhatian besar. Buku ini menggambarkan bagaimana sinergi kepolisian bersama masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan narkotika demi menyelamatkan generasi muda.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Tidak hanya fokus pada keamanan dan ketertiban, Polres Padangsidimpuan juga menunjukkan kepeduliannya dalam penanggulangan bencana. Kepolisian hadir sebagai pelindung kemanusiaan melalui aksi cepat, koordinasi lintas sektor, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga :  Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN

Melalui berbagai pengalaman lapangan yang dituangkan secara sistematis, buku ini membuktikan bahwa kepolisian modern mampu membangun kepercayaan publik dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pelayanan.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

Buku setebal 138 halaman ini tidak hanya layak dibaca oleh anggota Polri, tetapi juga menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat yang ingin memahami model penegakan hukum yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kemanusiaan.

 

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_

“Pengabdian Bhayangkara di Padangsidimpuan: Optimalisasi Kolaborasi dan Kearifan Lokal” menjadi bukti bahwa polisi humanis bukan sekadar slogan, melainkan sebuah praktik nyata dalam membangun keamanan, keadilan, dan kedekatan dengan masyarakat. Buku ini sekaligus menjadi warisan pemikiran dan inspirasi bagi penguatan pelayanan Polri di masa depan.

23 April 14.37 POLISI HUMANIS DI PADANGSIDIMPUAN_watermark.pdf

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malapraktik Prosedural: Ketika Laporan Polisi Menjadi Bumerang Tanpa Somasi
Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran
Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas
KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026
Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital
Swarnadwipa: Warisan dan Fakta di Balik Julukan “Pulau Emas” Sumatr
Inkonsistensi Trias Politica: Ketika Yudikatif Mengambil Peran Legislatif
Victoria Severine Liono, Siswi SD asal Indonesia Raih Gelar Juara Dunia Sains di Bali
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:58 WIB

Jejak Polisi Humanis di Padangsidimpuan: Kiprah AKBP Dr. Wira Prayatna Membangun Penegakan Hukum Berbasis Kearifan Lokal

Sabtu, 11 April 2026 - 15:35 WIB

Malapraktik Prosedural: Ketika Laporan Polisi Menjadi Bumerang Tanpa Somasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:12 WIB

Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:40 WIB

Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas

Senin, 9 Februari 2026 - 08:57 WIB

KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026

Berita Terbaru