Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri

Redaksi

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan bahwa lonjakan kasus campak (measles) masih terjadi dan menjadi perhatian serius di dalam negeri setelah data terbaru menunjukkan ribuan kasus suspek dan ratusan kasus terkonfirmasi sepanjang tahun 2025–2026. Sepanjang 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian akibat penyakit ini. Hingga pekan ke-7 tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek dan 572 kasus terkonfirmasi, termasuk empat kematian – menunjukkan tren yang masih perlu mendapat respon cepat dari pihak berwenang.

Peningkatan signifikan kasus campak di Indonesia juga menimbulkan dampak internasional. Otoritas kesehatan Australia baru-baru ini menghubungkan beberapa kasus campak pada pelancong yang melakukan perjalanan dari Indonesia, memicu upaya pelacakan kontak bersama antar kedua negara. Salah satu pelancong yang tiba di Perth dilaporkan positif campak setelah terbang dari Jakarta pada Februari 2026 dan kemudian menunjukkan gejala segera setelah tiba.

Kasus ini mendorong langkah respons lintas batas, termasuk kerja sama melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) untuk memperketat pengawasan dan mitigasi terhadap penyebaran penyakit yang sangat menular ini. Pemerintah Indonesia memperkuat kegiatan surveillance, imunisasi, dan langkah mitigasi lainnya untuk menahan peningkatan kasus.

Pakar kesehatan, termasuk dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengingatkan bahwa campak bukanlah penyakit ringan meski umum terjadi pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga, hingga gangguan neurologis atau kematian — terutama pada individu yang belum divaksinasi lengkap atau memiliki sistem imun yang lemah.

Peningkatan kasus ini dikaitkan dengan cakupan imunisasi yang belum mencapai target minimal yang diperlukan untuk kekebalan komunitas (herd immunity). Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi lengkap dan respons cepat terhadap kejadian luar biasa (KLB) menjadi prioritas utama dalam upaya mengendalikan wabah campak di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Rhoma Irama meminta Presiden Prabowo segera melaksanakan aspirasi rakyat Indonesia seraya ingatkan anggota DPR RI maupun DPRD tidak hedon

 

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Kemenkes ri

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional
Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global
Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis
Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau
Manfaat Tersembunyi Daun Sirih: Dari Kesehatan Mulut hingga Pengendalian Diabetes
Mengenal Hipertensi: Si Pembunuh Senyap dan Cara Mengendalikannya
Manfaat Mengunyah Cengkeh: Lebih dari Sekadar Penyegar Napas
Gangguan Penglihatan pada Anak Usia Sekolah Dasar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:21 WIB

Kemenkes Waspadai Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Termasuk Kasus yang Terjadi di Luar Negeri

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:23 WIB

Manfaat Kesehatan Tanaman Sarang Semut Papua sebagai Herbal Tradisional

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:21 WIB

Revolusi Senyap dari Timur: Vaksin Kanker Rusia-China dan Ancaman bagi Hegemoni Farmasi Global

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:14 WIB

Menjaga Kekuatan Tulang Sejak Dini: Kunci Mencegah Osteoporosis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 20:04 WIB

Manfaat Kesehatan dari Konsumsi Teh Hijau

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB