KompasReal.id, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan bahwa lonjakan kasus campak (measles) masih terjadi dan menjadi perhatian serius di dalam negeri setelah data terbaru menunjukkan ribuan kasus suspek dan ratusan kasus terkonfirmasi sepanjang tahun 2025–2026. Sepanjang 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian akibat penyakit ini. Hingga pekan ke-7 tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek dan 572 kasus terkonfirmasi, termasuk empat kematian – menunjukkan tren yang masih perlu mendapat respon cepat dari pihak berwenang.
Peningkatan signifikan kasus campak di Indonesia juga menimbulkan dampak internasional. Otoritas kesehatan Australia baru-baru ini menghubungkan beberapa kasus campak pada pelancong yang melakukan perjalanan dari Indonesia, memicu upaya pelacakan kontak bersama antar kedua negara. Salah satu pelancong yang tiba di Perth dilaporkan positif campak setelah terbang dari Jakarta pada Februari 2026 dan kemudian menunjukkan gejala segera setelah tiba.
Kasus ini mendorong langkah respons lintas batas, termasuk kerja sama melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) untuk memperketat pengawasan dan mitigasi terhadap penyebaran penyakit yang sangat menular ini. Pemerintah Indonesia memperkuat kegiatan surveillance, imunisasi, dan langkah mitigasi lainnya untuk menahan peningkatan kasus.
Pakar kesehatan, termasuk dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengingatkan bahwa campak bukanlah penyakit ringan meski umum terjadi pada anak. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi telinga, hingga gangguan neurologis atau kematian — terutama pada individu yang belum divaksinasi lengkap atau memiliki sistem imun yang lemah.
Peningkatan kasus ini dikaitkan dengan cakupan imunisasi yang belum mencapai target minimal yang diperlukan untuk kekebalan komunitas (herd immunity). Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi lengkap dan respons cepat terhadap kejadian luar biasa (KLB) menjadi prioritas utama dalam upaya mengendalikan wabah campak di berbagai wilayah Indonesia.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Kemenkes ri













