KompasReal.id, Menikmati irama Melayu tempo dulu seperti membuka pintu kenangan yang lama terkunci. Nada-nadanya pelan, sendu, seakan membawa hati kembali ke lorong waktu saat hidup masih begitu sederhana.
Ayah sering pergi sejak pagi buta, bekerja keras mencari nafkah, sementara emak sibuk mengurus rumah dan anak-anak. Kita belum benar-benar mengerti beratnya hidup saat itu, tapi kita tahu ayah pergi agar dapur tetap berasap dan kita bisa tetap sekolah.
Rumah saat itu tak mewah, bahkan listrik pun kadang tak ada. Lampu petromax menjadi sumber cahaya yang menerangi rumah kecil kami. Cahayanya terang tapi hangat, berdesis pelan menemani kami belajar, bercanda, atau sekadar mendengar cerita emak.
Kini semuanya tinggal kenangan. Ayah Emak sudah tiada, rumah lama sudah berubah, lampu petromax juga sudah lama tak dinyalakan. Tapi irama Melayu tempo dulu masih mampu membawa hati pulang ke masa ketika cinta orang tua begitu sederhana, namun begitu dalam.
Setiap kali lagu-lagu lama itu terdengar, hati seperti berbisik pelan: betapa indahnya masa kecil yang dulu pernah kita jalani, meski saat itu kita belum sadar bahwa itulah salah satu masa paling berharga dalam hidup.
Penulis : Kr01
Editor : EMAS
Sumber Berita: KompasReal.id












