Keracunan Massal di Banggai Kepulauan: Ratusan Siswa Terdampak Setelah Konsumsi Ikan Cakalang

Redaksi

- Penulis

Kamis, 18 September 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Sulawesi Tengah – Ratusan siswa di Kecamatan Tinangkung, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi ikan cakalang dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden ini terjadi pada Rabu (17/9/2025) dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat.

Penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan, namun dugaan kuat menunjukkan bahwa ikan cakalang yang disajikan dalam program MBG menjadi penyebab utama.

Pihak terkait masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti keracunan dan memberikan penanganan medis yang diperlukan kepada para siswa yang terdampak.

Masyarakat setempat mengungkapkan keprihatinan mereka melalui media sosial.

Salah satu pengguna TikTok dengan akun @maxgym.pamekasan menulis, “Puluhan siswa keracunan makanan MBG ikan cakalang, banyak juga siswa lain yang mengeluh. Ya Allah, semoga masalah ini cepat selesai.”

Pihak terkait telah melakukan penanganan medis terhadap siswa yang terdampak dan berupaya untuk memastikan keamanan makanan dalam program MBG.

Namun, detail tentang tindakan spesifik yang diambil belum diungkapkan secara resmi.

Sebagai informasi, Kecamatan Tinangkung terletak di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dengan populasi sekitar 10.749 jiwa. Kecamatan ini memiliki 10 desa dan kelurahan, dengan ibu kota di Salakan.

Insiden keracunan massal ini menekankan pentingnya keamanan makanan dalam program-program pemerintah, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja.

Pihak berwenang perlu memastikan bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan investigasi dan mengambil tindakan preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat terjaga, dan anak-anak dapat memperoleh manfaat dari program ini tanpa khawatir akan keamanan makanan. (KR/KK)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026
Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594
Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto Tinjau Langsung Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Papua Selatan  
252 SPPG DI SUMUT DI TUTUP, 6 SPPG DIANTARANYA DI TAPSEL DAN PADANGSIDIMPUAN
Kasad Hadiri Peringatan HUT ke-65 Kostrad di Cilodong
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:08 WIB

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:16 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 12:14 WIB

PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB