Kompasreal.id. Mandailing Natal – Misteri meninggalnya seorang siswi sekolah dasar (SD) kelas II di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada 1 Oktober 2026, masih menjadi perhatian masyarakat.
Peristiwa tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah informasi dan dugaan beredar di tengah masyarakat terkait penyebab kematian korban. Kondisi ini membuat masyarakat berharap kepolisian segera memberikan penjelasan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan.
Ketua Persatuan Wartawan Bukit Malintang (PWBM), Muhammad Efendi alias Tukul, meminta Polres Mandailing Natal segera mengungkap secara terang penyebab kematian siswi tersebut.
Ia menegaskan, apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya tindak pidana, maka pelaku harus diproses sesuai hukum. Namun, apabila hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa kematian korban bukan akibat tindak pidana, kepolisian juga diharapkan menyampaikan penjelasan resmi kepada masyarakat.
“Kami meminta Polres Madina segera mengungkap kasus ini secara terang. Jika memang ditemukan adanya tindak pidana, tentu pelakunya harus diproses sesuai hukum. Namun, jika hasil penyelidikan menyatakan bukan tindak pidana, kami juga berharap kepolisian memberikan penjelasan resmi agar masyarakat tidak terus berasumsi,” ujar Muhammad Efendi kepada wartawan di Malintang, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kejelasan informasi dari pihak kepolisian sangat penting untuk mencegah berkembangnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat maupun media sosial.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki dugaan pribadi terkait penyebab kematian korban. Namun, menurutnya, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan pihak berwenang.
“Sampai saat ini saya memiliki keyakinan pribadi bahwa kematian anak tersebut perlu diselidiki lebih mendalam. Ada beberapa hal yang menurut saya perlu menjadi perhatian, termasuk kondisi korban dan benda yang diduga digunakan. Tetapi semua itu tentu harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian dan hasil pemeriksaan medis,” katanya.
Muhammad Efendi juga meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Ia berharap Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy, S.I.K., M.Si. mengarahkan jajarannya untuk mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti.
“Melalui media ini, saya mewakili masyarakat Bukit Malintang meminta kepada Kapolres Madina agar mengarahkan anggotanya untuk menyelidiki dan mengungkap secara terang penyebab meninggalnya anak SD tersebut. Kami berharap prosesnya dilakukan secara profesional dan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” Pungkasnya. (KR11)
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












