Kolaborasi Tiga SMK di Padang Sukses Bangun Hilirisasi Tekstil, LSM P2NAPAS Beri Apresiasi

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 8 Oktober 2024 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto Gubernur Sumatera BaratH. Mahyeldi  didamping Kabid Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Dr. Ariswam S.Ag MM saat Acara Launching Braja Store SMK PK di SMKN 2 Padang.

i

Ket. Foto Gubernur Sumatera BaratH. Mahyeldi didamping Kabid Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Dr. Ariswam S.Ag MM saat Acara Launching Braja Store SMK PK di SMKN 2 Padang.

Padang, KompasReal.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas Aman (LSM P2NAPAS) memberikan apresiasi atas kesuksesan produk unggulan Batik Praja, hasil kolaborasi tiga SMK di Kota Padang, Sumatera Barat.

Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batubara A.Ma, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh nyata dalam membangun hilirisasi tekstil di Kota Padang. “Produk Batik Praja merupakan karya inovasi SMK yang berkolaborasi antar 3 SMK, dan mereka telah sukses membangun hilirisasi tekstil di Kota Padang bersama industri dan UMKM,” ujar Ahmad Husein.

Ia menekankan bahwa kondisi vokasi saat ini menjadi tantangan, dengan tingginya pengangguran di kalangan lulusan vokasi yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kurikulum dan kebutuhan industri.

“Kurikulum perlu di-update dan diselaraskan dengan industri dan standar kompetisi kerja,” tegasnya.

Proses produksi Batik Praja, yang terdokumentasi di akun YouTube Braja Batik, melibatkan tiga SMK: SMK Negeri 2 Padang, SMK Negeri 4 Padang, dan SMK Negeri 8 Padang. Ketiga sekolah ini bekerja sama dengan industri dan UMKM untuk menciptakan produk yang berkualitas dan diminati pasar.

Prosesnya dimulai dari pemesanan produk di SMK Negeri 2 Padang melalui aplikasi KITKU SMKN 2 Padang. Data pesanan kemudian diteruskan ke bagian produksi menjahit. Desain batik seragam SMK dibuat oleh SMK Negeri 4 Padang dan dicetak dengan mesin khusus. Kertas motif batik ini kemudian diberikan kepada SMK Negeri 8 Padang untuk proses pencetakan pada kain putih dengan mesin Subdin.

Proses menjahit dilakukan di sekolah, mulai dari menjahit komponen hingga menjadi kemeja utuh, hingga proses packing. Setelah selesai, kemeja dikembalikan ke SMK Negeri 2 Padang untuk didistribusikan ke pemesan.

Industri berperan sebagai quality control, memastikan hasil produksi memenuhi standar pasar. UMKM juga terlibat dalam proses produksi, terutama saat kapasitas penjahitan di sekolah penuh.

Baca Juga :  Wali Nagari Cubadak Tengah Minta Pertanyaan Soal KDMP Disampaikan di Kantor Nagari

Produk Batik Praja, yang merupakan baju kemeja seragam SMK se-Sumatera Barat, menyatukan semua proses tersebut menjadi satu kesatuan yang saling ketergantungan. Dampaknya, siswa menjadi lebih aktif, giat belajar, berproduksi, dan berinovasi.

“Mulai dari pemesanan, proses desain, proses produksi, dan pemasaran, semua menggunakan peralatan yang modern dan direkomendasikan oleh industri,” tambah Ahmad Husein.

Proses pemasaran juga dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang lengkap dan teruji, memudahkan siapa pun yang ingin memesan.

Direktur SMK Kemendikbudristek RI, Dr. Drs. Wardani Sugiono M.Pd DI, dalam kunjungan kerjanya ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, mengatakan bahwa hasil kreasi anak-anak SMK jurusan fashion akan diproduksi massal dengan mesin printing dan dipakai oleh anak-anak SMK dan SMA se-Sumatera Barat.

Nama Batik Braja sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya di kalangan pelajar. Batik Braja telah ditetapkan menjadi seragam wajib untuk para pelajar tingkat SMK dan SMA di provinsi tersebut melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 516.3/437.6/Diskop-PUK/VII/2023.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
MAN 2 Kota Padangsidimpuan Raih Predikat IKPA Sempurna (100) dari KPPN Padangsidimpuan
Empat Anak di Kecamatan Panyabungan Tak Sekolah, Terhambat Ekonomi dan Kendala Administrasi
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Jumat, 4 September 2026 - 13:31 WIB

MAN 2 Kota Padangsidimpuan Raih Predikat IKPA Sempurna (100) dari KPPN Padangsidimpuan

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Empat Anak di Kecamatan Panyabungan Tak Sekolah, Terhambat Ekonomi dan Kendala Administrasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Berita Terbaru