Skandal Guru dan Murid di SMAN 1 Bonjol: Sekolah Siaga Kependudukan Tercoreng?

Redaksi

- Penulis

Rabu, 23 Oktober 2024 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: SMAN 1 Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

i

Keterangan Foto: SMAN 1 Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Pasaman, KompasReal.com – Dugaan hubungan terlarang antara seorang guru honorer berinisial “K” (41) dengan siswinya di SMAN 1 Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menghebohkan dunia pendidikan setempat. Skandal ini bahkan memicu aksi demonstrasi dari para siswa yang menuntut agar guru tersebut diberhentikan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa hubungan guru dan murid ini telah diketahui orang tua murid, namun pihak sekolah terkesan bungkam dan tidak mengambil tindakan tegas. Para siswa pun merasa kecewa dan geram, sehingga mereka melakukan aksi demonstrasi spontan pada awal Oktober 2024 lalu.

Ironisnya, SMAN 1 Bonjol sendiri telah meraih predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna tingkat SLTA/sederajat se-Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022. Sekolah ini bahkan akan mewakili Sumatera Barat di tingkat nasional.

SSK merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam berbagai mata pelajaran. Sekolah ini juga memiliki pojok kependudukan sebagai sumber belajar bagi siswa, dengan tujuan untuk membentuk Generasi Berencana (Genre) dan meningkatkan kesadaran akan isu kependudukan.

Namun, kasus ini seolah-olah mengabaikan pesan moral yang ingin disampaikan oleh program SSK.

Zulfildairi, S.Pd, MM., Kepala SMAN 1 Bonjol, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyatakan bahwa guru honorer dan siswi yang terlibat telah dipisahkan dari sekolah. Guru tersebut telah diberhentikan dan siswi dipindahkan ke sekolah lain.

“Sekarang baik guru dan siswa sudah pindah dari SMAN 1 Bonjol,” ujar Zulfildairi saat dihubungi awak media pada Rabu (23/10).

Namun, Zulfildairi enggan membeberkan lebih lanjut mengenai sekolah tujuan siswi tersebut, serta alasan pemindahannya. Ia juga tidak menjelaskan apakah pihak sekolah telah melaporkan kasus ini ke lembaga perlindungan anak dan perempuan.

Baca Juga :  Berita Terkini — Banjir dan Longsor Melanda Padang Sidempuan,WARGA DI MINTA WASPADA

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi awak media.

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi
Detik-Detik Penangkapan Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Warga Geger
Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026
Polsek Padang Bolak Ringkus Pengedar Sabu di Simangambat, Satu Pelaku Lolos dari Kejaran Polisi
Rem Blong di Jalur Turunan Batang Toru, Truk Tangki Hantam Kantor Desa dan 4 Rumah, Sopir Tewas
Patroli Gabungan Polres Padangsidimpuan Sasar Narkoba dan Penyakit Masyarakat, Sejumlah Tempat Hiburan Sepi Pengunjung
Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:54 WIB

Tiga Pelaku Pungli di Jalinsum Sipirok Diamankan Polisi, Diperingatkan Tak Ulangi Aksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:58 WIB

Detik-Detik Penangkapan Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santri, Warga Geger

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:10 WIB

Supervisi Ditlantas Polda Sumut di Polres Tapsel, Perkuat Kinerja dan Keselamatan Lalu Lintas 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:00 WIB

Polsek Padang Bolak Ringkus Pengedar Sabu di Simangambat, Satu Pelaku Lolos dari Kejaran Polisi

Berita Terbaru