Krisis Air Bersih di Gunung Tua Raya Kian Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Redaksi

- Editor

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Warga di sejumlah desa di wilayah Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai mengalami krisis air bersih akibat kondisi Sungai Rantopuran yang terus keruh selama tiga bulan terakhir.

 

Desa yang terdampak meliputi Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, Iparbondar, serta beberapa desa sekitar lainnya. Sungai Rantopuran selama ini menjadi sumber utama air bagi masyarakat untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), hingga air minum.

 

Selain digunakan warga, air sungai tersebut juga dialirkan ke masjid-masjid di kawasan Gunung Tua Raya dan ke rumah-rumah warga melalui PAM desa.

 

Namun dalam dua minggu terakhir, kondisi air tidak kunjung jernih meski cuaca tidak hujan. Warga pun semakin resah karena kesulitan mendapatkan air bersih.

 

Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Istiqomah Gunung Tua Jae, Rudi Pandapotan, mengatakan kondisi sungai yang keruh sudah berlangsung cukup lama.

 

“Sudah lama Sungai Rantopuran ini keruh, namun dua minggu terakhir tidak kunjung jernih,” ujarnya kepada media, Kamis (7/5/2026).

 

Ia menjelaskan, Sungai Rantopuran merupakan sumber air utama bagi Masjid Istiqomah dan masyarakat sekitar. Hingga kini, masih banyak warga yang bergantung pada air sungai karena belum seluruh rumah memiliki sumur maupun sambungan PAM desa.

 

Menurutnya, sejak air sungai keruh, pihak masjid harus meningkatkan kebersihan lingkungan dan lebih sering membersihkan bak penampungan air yang cepat dipenuhi endapan lumpur.

 

“Bak penampung sekarang wajib dibersihkan setiap dua hari sekali. Memang ada sumur bor di lingkungan masjid untuk kebutuhan minum dan wudhu, tetapi sekarang warga juga banyak menggunakan air itu untuk mandi. Akibatnya, pemakaian listrik diperkirakan akan meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pesawat Pelita Air AT-802 Jatuh di Krayan, Pilot Tewas dalam Insiden Kargo BBM

 

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menelusuri penyebab keruhnya Sungai Rantopuran dan mengambil langkah penanganan cepat. “Kondisi air bersih di Gunung Tua Raya saat ini sudah masuk kategori krisis,” tutup Rudi. (KR11).

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Pemkab Madina Kumpulkan Pelaku Usaha dan BPS Bahas Sensus 2026
Rehabilitasi di Siabu dan Naga Juang Hampir Rampung, Berikutnya Fokus Perbaikan Irigasi Bt. Gadis
Wabup Madina Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut
Wabup Madina Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut
Bupati Saipullah Hadiri Pengajian Sejuta Selawat Sambut Tahun Baru Islam 1448 H di Pagur
Terima Pengunjuk Rasa, Bupati Madina Buka Dialog Langsung
Bupati Madina Lantik Tiga Kepala Dinas
Bupati Madina Pastikan Penataan Pasar Baru Berlanjut
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:04 WIB

Perkuat Kolaborasi Ekonomi, Pemkab Madina Kumpulkan Pelaku Usaha dan BPS Bahas Sensus 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:58 WIB

Rehabilitasi di Siabu dan Naga Juang Hampir Rampung, Berikutnya Fokus Perbaikan Irigasi Bt. Gadis

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wabup Madina Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:51 WIB

Wabup Madina Hadiri Pembukaan MTQ ke-40 Sumut

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:11 WIB

Bupati Saipullah Hadiri Pengajian Sejuta Selawat Sambut Tahun Baru Islam 1448 H di Pagur

Berita Terbaru