Kunjungan Menteri PPPA Tegaskan Kehadiran Negara di Pengungsian Bencana Marsada

KompasReal.id

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PPPA RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi M.Si (Dok. Istimewa)

i

Menteri PPPA RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi M.Si (Dok. Istimewa)

KompasReal.com, Tapanuli Selatan -Kehadiran negara di tengah situasi darurat pascabencana kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., ke Pengungsian Marsada, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Minggu (4/1/2026).

Menteri PPPA Arifah Fauzi disambut langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu beserta Ketua TP PKK Ny. Murni Gus Irawan. Kunjungan yang berlangsung selama 3–4 Januari 2026 menjadi simbol empati dan kepedulian pemerintah pusat terhadap para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan.

Di tengah tenda-tenda pengungsian, Menteri PPPA meninjau langsung kondisi penyintas dan berdialog dengan ibu-ibu serta anak-anak terdampak. Suasana hangat tercipta saat ia menyapa anak-anak dengan yel-yel penyemangat.

“Kekuatan!” seru Menteri, dijawab riuh anak-anak, “Lima lima!”
“Mana gigimu?” tanyanya kembali.
“Ini gigiku!” jawab anak-anak sambil tersenyum. Saat Menteri memberikan salam energi, anak-anak menjawab dengan semangat, “Tapsel Bangkit!”

Di balik keceriaan tersebut, dialog mengungkap kisah kehilangan, kekhawatiran terhadap kesehatan anak, dan ketidakpastian masa depan keluarga pengungsi. Pendekatan dialogis ini mencerminkan pembangunan berbasis manusia, di mana suara penyintas menjadi fondasi penanganan pascabencana.

Menteri PPPA menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan terhadap dampak bencana secara fisik, psikologis, dan sosial. “Penanganan pascabencana harus komprehensif, mulai dari perlindungan terhadap risiko kekerasan, pemenuhan hak kesehatan, hingga dukungan psikososial berkelanjutan,” tegas Arifah Fauzi.

Pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian menjadi perhatian utama, termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemantauan status gizi balita, penanganan penyakit infeksi pascabencana, dan skrining kesehatan mental bagi penyintas.

Selain peninjauan lapangan, kunjungan ini juga digunakan sebagai forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Diskusi menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan berbasis keluarga, penguatan sistem perlindungan anak di tingkat komunitas, serta peningkatan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk menghadapi potensi bencana mendatang, sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pemulihan.

Baca Juga :  Pemprov Sumut tingkatkan kepesertaan nelayan pada program Jamsostek

Dari Marsada, Sipirok, menguat pesan kemanusiaan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, mental, dan martabat masyarakat, dengan empati terhadap kelompok paling rentan.

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Menteri PPPA beserta rombongan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pusat dalam mempercepat pemulihan serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak berjalan optimal dan berkelanjutan.

Turut hadir Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Staf Ahli PKK Tapsel, Ketua DWP Tapsel, para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, kepala bagian, serta TNI-POLRI. (KR/r)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rico Waas Dorong PHRI Sumut Perkuat Daya Saing Pariwisata Daerah
AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Polwan Karo yang Memimpin Samosir dengan Kepemimpinan Humanis
Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan
Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi
Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tetap mempertahankan Surat Edaran
Wali Kota Medan Terbitkan Surat Edaran Penataan Penjualan Daging Non-Halal, Bukan Larangan Total
Aksi Protes Warga Tak Digubris, Truk Bermuatan Pasir Terperosok di Jalan Negeri Lama
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:44 WIB

Rico Waas Dorong PHRI Sumut Perkuat Daya Saing Pariwisata Daerah

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:19 WIB

AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Polwan Karo yang Memimpin Samosir dengan Kepemimpinan Humanis

Senin, 16 Maret 2026 - 19:09 WIB

Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:26 WIB

Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:28 WIB

Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan

Berita Terbaru