Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan – Aparat Penegak Hukum (APH) baru-baru ini telah menertibkan sejumlah lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Langkah ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh daerah, termasuk Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA).

Penertiban tersebut dinilai sebagai bukti nyata kehadiran negara yang serius menindak kejahatan lingkungan. Oleh karena itu, operasi terpadu lintas wilayah dianggap kunci untuk memutus mata rantai tambang emas ilegal.

Demikian disampaikan Ketua GAPERTA, Stevenson Ompu Sunggu, pada Rabu (4/3/2026), saat mengapresiasi jajaran TNI-Polri yang merespons cepat laporan masyarakat.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI-Polri atas langkah cepat, tegas, dan terukur dalam operasi penindakan Tambang Emas Ilegal di wilayah Sumatera Utara (Sumut),” ucap Steven.

Meski demikian, Steven mengajak aparat tidak hanya berhenti di wilayah Madina, melainkan memperluas langkah tegas tersebut hingga Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), khususnya Kecamatan Angkola Selatan.

“Kami juga mendesak agar aparat segera melakukan penertiban tambang emas ilegal yang berada di daerah Aek Natas, Dolok Godang, dan Adian Nasonang, Kecamatan Angkola Selatan,” katanya, yang mengaku baru-baru ini telah melayangkan pengaduan terkait dugaan PETI ke Polres Tapsel.

Ia juga menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum melalui kontrol sosial, pengawasan partisipatif, serta pelaporan aktif dari warga dalam upaya pemberantasan praktik PETI.

“Selain untuk memberikan efek jera dan menyelamatkan lingkungan, kami juga meminta agar hukum benar-benar berdiri tegak tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan
Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan
LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak
Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom
Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin
Marini Juliana Hutabarat Dilantik Pimpin GAMKI Kota Padangsidimpuan Periode 2026–2029
Usai Diberikan Pemahaman Hukum, Warga Perbatasan Sambas Lepas Senjata Tanpa Izin
Truk Diduga Rem Blong Tabrak Kendaraan dan Lapak di Kotapinang, Dua Orang Meninggal
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:34 WIB

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:01 WIB

LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:57 WIB

Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom

Senin, 6 Juli 2026 - 23:16 WIB

Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin

Berita Terbaru

Mandailing natal

Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:24 WIB