KompasReal.id, Papua — Kehadiran Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Kewilayahan Yonif 516/Caraka Yodha di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, bukan hanya menjaga kedaulatan negara.
Di tengah keterbatasan akses pendidikan, para prajurit Pos Fayit turun tangan menanamkan harapan dengan menjadi tenaga pendidik di SD Inpres Kampung Basyim, Rabu (23/9/2026).
Melalui program “Gadik” atau tenaga pendidik, personel Satgas rutin mendampingi anak-anak setempat belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Bukan sekadar menyampaikan materi, kehadiran mereka menjadi sumber semangat sekaligus keceriaan bagi para siswa.
“Pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan sebuah generasi dengan masa depan. Bagi kami, setiap huruf yang dibaca dan setiap senyum yang terukir adalah bagian dari harapan besar,” ujar perwakilan Satgas.
Kegiatan sederhana ini menyiratkan makna mendalam, yakni pengabdian tidak selalu berupa langkah besar.
Terkadang dimulai dari papan tulis, buku, dan ketulusan seorang prajurit yang mengajarkan ilmu kepada anak-anak negeri.
“Bagi kami, masyarakat bukan sekadar tempat bertugas, melainkan bagian dari keluarga yang harus dijaga, dirangkul, dan dibangun bersama,” tambahnya.
Satgas Yonif 516/Caraka Yodha berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah penugasan. (r)












