KompasReal.id, Kompasreal. Id. Nanik S Deyang mantan wartawan senior dalam tulisanya mengungkapkan kekhwatiran terhadapap kredibilitas informasi yang beredar dimasyarakat diera algoritma media sosial.
Menurutnya saat ini media meinstream,konten kreator dan netizen cenderung mengutamakan notifikasi like, komen dan share dibanding nilai kredibilitas informasi dan etika komunikasi dimedia sosial.berlomba-lomba untuk monetisasi.
Bukan tanpa alasan, di bawah ini Nanik membagikan pengalamannya yang sering jadi korban berita hoax.
FAKTA KEPALA BGN MENGHILANG SETELAH PERTEMUAN DI GEDUNG KPK
Nanik mengungkapkan pernah jadi korban berita hoax. Salah satu media mainstream pernah menulis tentang Nanik yang menghilang setelah mengadakan pertemuan 2 jam di gedung KPK pada tanggal 7 Juli 2026.
“Faktanya adalah, kami sepakat dengan Ketua KPK dan jajaranya yang akan bicara pada wartawan adalah jubir BGN ibu Arumsari dan salah satu Deputi pencegahan KPK,saya dan waka BGN yang lain pulang,tidak dilihat wartawan, maka saya dikatakan menghilang” Jelas Nanik.
Menurutnya judul dan isi berita terlalu dramatis. Nanik juga menambahkan, salah satu media mainstream ada yang menulis judul berita yang lebih dramatis. ” Setelah Nanik menghilang saat di KPK, kantor BGN dipasangi Police Line”.
FAKTA TENTANG ISU KACA KANTOR BGN DITEMBAK OTK
1 hari yang lalu beredar isu dimedia sosial kaca kantor BGN ditembak OTK. Menurut Nanik informasi yang beredar sudah sangat meresahkan dan membuat gaduh.beredar isu dimedia sosial penembakan kaca BGN untuk mengalihkan peristiwa penggeledahan rumah Jampidsus.
“Saya tiba tiba ditelpon wamen investasi Todotua Pasaribu,beliau mengatakan kantor BGN ditembak OTK. Saya kaget, ditembaki? Faktanya adalah kaca yang memuai,akibat suhu dari luar panas” Jelas Nanik.
Nanik merasa kecewa, media media mainstream yang harusnya menjungjung etika informasi dan etika jurnalistik, tidak mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Cenderung berlomba-lomba membuat isu teatrikal untuk menarik audiens.
“Saya pernah jadi wartawan dan sampai sekarang masih punya jiwa wartawan, apakah separah ini etika wartawan sekarang, sampai mengarang bebas hanya untuk monetisasi” Pungkas Nanik.
Diera keterbukaan informasi sekarang. informasi telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat,masyarakat dituntut untuk bijaksana dalam menerima informasi.sangat krusial untuk memverifikasi setiap informasi,apakah fakta atau hoax dan deeffake hasil rekayasa fitur AI. (Kr 07)
Penulis : Kr03
Editor : Emas












