Oleh: Tantawi Panggabean
Apa yang dapat kupekikkan…
Sementara bibir terkunci, tak bersuara.
Kerongkongku kering kerontang,
Liur membeku tak mengalir.
Merdeka… di mana Merdeka kami?
Hak itu terseret arus ketidakpastian.
Kebanggaan yang dulu dibangun di atas darah dan peluh para pejuang,
Kini sirna, tertiup asap ambisi penguasa.
Mereka berseru merdeka berjamaah bersama kroni,
Menari, bernyanyi di atas panggung kemewahan.
Sementara yang lemah, kian terpuruk,
Berjuang menelusuri: apa makna sebenarnya dari Merdeka? (KR02)
Editor : Paruhum












