Penemuan Seni Gua Tertua di Indonesia: Cap Tangan Berusia 67.800 Tahun Ditemukan di Gua Liang Metandu

Redaksi

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Para arkeolog Indonesia dan Australia mengumumkan penemuan seni gua tertua di dunia berupa cap tangan berusia setidaknya 67.800 tahun di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Cap tangan ini dibuat dengan teknik stensil tangan — pewarnaan pigmen merah di sekitar tangan yang ditempelkan ke dinding gua — dan kini dianggap sebagai bukti tertua ekspresi simbolik manusia.

Penanggalan umur seni gua tersebut dilakukan dengan metode uranium-series dating pada deposit mineral yang menutupi pigmen, sehingga memberikan usia minimum yang sangat terpercaya.

Ciri khas dari cap tangan ini adalah ujung jari yang tampak runcing, yang diduga merupakan ekspresi artistik atau simbolis unik yang belum pernah ditemukan di situs prasejarah lain.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kreativitas dan kemampuan kognitif manusia purba di kawasan Nusantara serta peran Indonesia dalam sejarah seni prasejarah.

National Geographic
Temuan ini juga menguatkan teori migrasi manusia awal yang menyebar dari Asia melalui kepulauan Indonesia menuju wilayah Sahul (Australia dan Papua Nugini) ribuan tahun lalu. KR03

 

 

Baca Juga :  Menghidupkan Kembali Budaya Tiwah: Tradisi Adat Dayak yang Terlupakan di Kalimantan

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Piaman Barayo 2026 Siap Digelar, Diprediksi Tarik Ratusan Ribu Wisatawan ke Pariaman
Perayaan Holi Viral di Sekolah Amerika
Budaya Tradisional hingga Tren Fashion Picu Viral di Media Sosial
Kenangan Indah di Balik Irama Melayu
Marpangir, Tradisi Mandi Bersama Menyambut Ramadhan di Padang Sidempuan
Margondang Tetap Eksis dan Terjaga, Warisan Leluhur Batak Angkola Bergema di Gunung Matinggi
Menghidupkan Kembali Budaya Tiwah: Tradisi Adat Dayak yang Terlupakan di Kalimantan
Paradoks Langit Eswatini: Ketika Drone dan Sihir Berbagi Aturan yang Sama
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:55 WIB

Piaman Barayo 2026 Siap Digelar, Diprediksi Tarik Ratusan Ribu Wisatawan ke Pariaman

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:23 WIB

Perayaan Holi Viral di Sekolah Amerika

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:39 WIB

Budaya Tradisional hingga Tren Fashion Picu Viral di Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 01:43 WIB

Kenangan Indah di Balik Irama Melayu

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:09 WIB

Marpangir, Tradisi Mandi Bersama Menyambut Ramadhan di Padang Sidempuan

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB