KompasReal.com, Mandailing Natal – Berbagai kalangan masyarakat khususnya para petani menyatakan dukungan pembangunan irigasi Optimalisasi Lahan Non Rawa (Oplah Pertanian. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sahata, Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas program tersebut.
Program Oplah merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian. Program ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Salah satu warga mengapresiasi program Oplah karena membantu mereka mengatur sistem pengairan sawah sehingga dapat meningkatkan hasil panen.
“Dengan pembangunan irigasi di desa kami sangat menaruh harapan meningkatkan hasil panen, karena sebagai kunci utama dalam persawahan yaitu kecukupan air. Tanpa air yang cukup dan dikelola dengan baik, budidaya padi hampir mustahil dilakukan secara efektif,” ungkap Ibu Nasution.
Arman Selaku Ketua Gapoktan Sahata Desa Pintu Padang Julu juga mengapresiasi program Oplah dari pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian
“Kepada pemerintahan daerah maupun pusat, saya ucapkan terima kasih karena sudah menghadirkan pembangunam irigasi pertanian, semoga kedepan berkelanjutan,”katanya pada Selasa, 13/01/2026.
Ia juga menilai kelompoknya sangat antusias dengan kehadiran Oplah begitu juga dalam pengelolaan pembangunan irigasi itu, terlihat dalam berbagai bentuk, mulai dari partisipasi aktif dalam kegiatan lapangan hingga dukungan kelembagaan serta pihak lainnya.
“Semangat kerja petani pembangunan irigasi oplah tampaknya merupakan seruan penyemangat. Ini lebih merupakan pernyataan motivasi tentang kerja keras petani dalam pembangunan irigasi,” ujarnya.
Pada tahap pengerjaan, Arman juga menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan seperti, sering hujan menjadikan keterlambatan Pembangunan penambahan biaya pengangkutan bahan dan membagi air pada proses pengerjaan. Namun itu tidak surut semangat kelompknya.
“Pada proses pengerjaan ini, memang alam kurang mendukung dengan curah hujan, selain itu, kita juga membagi air kepada petani, bekerja dua hari kemudian satu hari mengeluarkan air dari hulu sungai yang melewati bangunan, karena petani membutuhkan air dimana situasi persawahan sedang tahap penanaman bibit padi,” jelasnya.
Pada proses pembangunan irigasi tersebut, Arman juga menekankan kepada pekerja untuk mengutamakan yang terbaik. Menurut Dia, bangunan bagus bisa memanjangkan umur bangunan yang keperluannya buat masyarakat juga.
“Kegiatan pembanguan fisik irigasi sudah dihadirkan pemerintah untuk kita, kita harus bersyukur dan saya berharap bisa dimanfaatkan untuk kedepan, jika penilaian pengawas bagus maka pembangunanpun berkelanjutan, tandasnya.
Arman menjelaskan kondisi bangunan irigasi keadan 90 persen, sedangkan pekerjaan itu dilakukan oleh anggota Kelompok tani yang tergabung dari Gapoktan Sahata Desa Pintu Padang Julu. Ia menebak jika tida ada lendala bangunan itu selesai dalam tiga hari kedepan.
“Banguna irigasi oplah keadaan 90 persen, sedangkan pekerjanya kita berdayakan orang orang yang tergabung dalam kelompok tani Sahata, semoga prosesnya lancar sampai selesai,” tambahnya. (Kr11).












