Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Termasuk Tokoh Kontroversial Soeharto

Redaksi

- Editor

Rabu, 12 November 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 KompasReal.com ,Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menetapkan sepuluh tokoh baru sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), di Istana Negara Jakarta. Keputusan ini diambil berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 111/TK/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto.

Dalam upacara yang dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, keluarga penerima gelar, dan veteran, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya menghargai jasa para pejuang dari berbagai latar belakang. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Kita harus terus meneladani perjuangan mereka sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang kuat dan berdaulat,” ujar Prabowo, dikutip dari laman resmi Antara News, Senin (10/11).

Sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional tahun ini terdiri atas pejuang kemerdekaan, tokoh pendidikan, dan pemimpin bangsa dari berbagai daerah. Di antaranya adalah Jenderal (Purn) Soeharto, KH. Ahmad Sanusi (pendiri pesantren Gunungpuyuh Sukabumi), serta Maria Walanda Maramis (tokoh perempuan dari Sulawesi Utara). Penetapan nama Soeharto sebagai pahlawan nasional disebut menjadi keputusan paling menyita perhatian publik.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. “Kami menilai berdasarkan rekam jejak perjuangan, pengabdian, dan dampak sosial terhadap bangsa. Semua nama yang diusulkan telah melalui kajian akademis dan rekomendasi daerah,” kata Risma dalam keterangannya.

Langkah Presiden Prabowo ini menuai beragam tanggapan. Sejumlah kalangan akademisi dan sejarawan menilai bahwa pengakuan terhadap Soeharto sebagai pahlawan nasional merupakan bentuk rekonsiliasi sejarah bangsa. Namun, kelompok masyarakat sipil menilai keputusan itu perlu dikaji ulang karena masih ada perdebatan terkait masa pemerintahan Orde Baru.

Baca Juga :  Rhoma Irama meminta Presiden Prabowo segera melaksanakan aspirasi rakyat Indonesia seraya ingatkan anggota DPR RI maupun DPRD tidak hedon

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Dedi Rahardian, menilai bahwa keputusan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sejarah nasional. “Pemberian gelar ini hendaknya tidak dilihat dari kacamata politik semata, melainkan sebagai cara bangsa ini berdamai dengan sejarahnya sendiri,” ujarnya kepada Antara News. Upacara penganugerahan itu diakhiri dengan pembacaan doa bersama dan penghormatan kepada para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata(.KR03)


 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pusat Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Wartawan
​Dewan Pers Sayangkan Sikap Advokat yang Dinilai Merendahkan Marwah Jurnalis saat Konfirmasi
PWI Pusat Tegur Keras Hotman Paris, Ingatkan Martabat Wartawan Tak Boleh Direndahkan
Capaian Gemilang: Lampung Puncaki Koperasi Merah Putih Luar Jawa, Pangdam Jamin Infrastruktur Tuntas
Warga Bengkayang Serahkan Senjata Rakitan ke Satgas Pamtas Setelah Diberikan Edukasi Hukum
Yusril Ihza Mahendra Terima Penghargaan Kartika Astha Brata Utama dan Alumni Kehormatan IPDN Jatinangor
Peduli Warga Perbatasan, Satgas Yonif 410/ALG Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Papua Barat
Perkuat Sinergi Perbatasan, Satgas Yonarmed 19/Bogani Terima Kunjungan Danyon Malaysia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:40 WIB

PWI Pusat Resmi Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Wartawan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:38 WIB

​Dewan Pers Sayangkan Sikap Advokat yang Dinilai Merendahkan Marwah Jurnalis saat Konfirmasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:40 WIB

PWI Pusat Tegur Keras Hotman Paris, Ingatkan Martabat Wartawan Tak Boleh Direndahkan

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:31 WIB

Capaian Gemilang: Lampung Puncaki Koperasi Merah Putih Luar Jawa, Pangdam Jamin Infrastruktur Tuntas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:19 WIB

Warga Bengkayang Serahkan Senjata Rakitan ke Satgas Pamtas Setelah Diberikan Edukasi Hukum

Berita Terbaru