Prasasti Zuhayr: Bukti Awal Jejak Islam dari Masa Umar bin Khattab

Redaksi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Salah satu temuan penting dalam wawasan umum Islami adalah keberadaan Prasasti Zuhayr, sebuah inskripsi batu berbahasa Arab yang berasal dari masa sangat awal Islam. Prasasti ini ditemukan di wilayah Arab Saudi dan menarik perhatian para peneliti karena mencantumkan tahun 24 Hijriah atau sekitar 644–645 Masehi. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu bukti epigrafi tertua yang berkaitan langsung dengan sejarah Islam awal.

Prasasti ini ditulis oleh seseorang bernama Zuhayr, yang dalam teksnya menyebutkan tahun wafatnya Umar bin Khattab. Selain itu, terdapat doa agar Allah mengampuni Umar, serta ungkapan keimanan kepada Allah. Isi yang sederhana namun kuat ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan Islam sudah tertanam dalam kehidupan masyarakat dan bahkan diabadikan dalam media batu.

Dalam kajian epigrafi Arab awal, keberadaan prasasti seperti ini sangat penting. Ia menjadi bukti bahwa identitas Islam tidak hanya berkembang melalui tradisi lisan atau manuskrip, tetapi juga melalui peninggalan fisik yang dapat diuji secara ilmiah. Hal ini membantu para sejarawan untuk memahami bagaimana Islam berkembang pada abad ke-7 secara lebih objektif dan berbasis data.

Temuan seperti Prasasti Zuhayr juga memperkuat sumber sejarah Islam dari sisi material. Selain prasasti, para peneliti juga menggunakan koin, dokumen administratif, dan artefak lainnya untuk menelusuri perkembangan awal peradaban Islam.

Dengan adanya bukti-bukti ini, sejarah Islam tidak hanya bergantung pada narasi kitab klasik, tetapi juga didukung oleh peninggalan nyata yang dapat diverifikasi.
Dari sudut pandang wawasan umum Islami, pelajaran penting dari Prasasti Zuhayr adalah bahwa sejarah Islam memiliki fondasi yang kuat, baik secara spiritual maupun ilmiah. Artefak seperti ini membuktikan bahwa jejak peradaban Islam benar-benar ada dan dapat diteliti secara langsung. Inilah yang membuat kajian sejarah Islam tetap hidup, relevan, dan terus menarik untuk dipelajari hingga masa kini.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Ensiklopedia

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ritual Tabung Gas di Badlapur, Potret Pilu Krisis Energi yang Menghantam Rakyat Kecil
Eropa Simulasikan Skenario Serangan Nuklir, Ketegangan Global Meningkat
Prajurit Tentara Nasional Indonesia Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Internasional
INDONESIA DAN JEPANG JALIN KERJA SAMA INVESTASI SENILAI USD 22,6 MILIAR
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka
Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir
Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:52 WIB

Eropa Simulasikan Skenario Serangan Nuklir, Ketegangan Global Meningkat

Rabu, 1 April 2026 - 19:05 WIB

Prasasti Zuhayr: Bukti Awal Jejak Islam dari Masa Umar bin Khattab

Rabu, 1 April 2026 - 15:22 WIB

Prajurit Tentara Nasional Indonesia Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi Internasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:49 WIB

INDONESIA DAN JEPANG JALIN KERJA SAMA INVESTASI SENILAI USD 22,6 MILIAR

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:40 WIB

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Berita Terbaru

Nasional

Pemerintah Kembali Uji Coba Sistem Tol Tanpa Berhenti (MLFF)

Jumat, 3 Apr 2026 - 21:03 WIB