KompasReal.com, Jakarta – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan sejumlah proyek pembangunan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk enam proyek kunci di sektor teknologi. Penetapan ini diresmikan melalui Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Proyek Strategis Nasional.
PSN adalah program strategis yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksana proyek-proyek ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha.
Daftar Enam Proyek Strategis Teknologi
Khusus di sektor teknologi, terdapat enam proyek berskala nasional yang masuk dalam daftar PSN terbaru. Proyek-proyek ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur digital, mendorong hilirisasi komoditas strategis, serta mendukung kemandirian teknologi bangsa.
Berikut adalah daftar Proyek Strategis Nasional di sektor teknologi:
- Percepatan Pembangunan Technopark
- Proyek Satelit Multifungsi
- Pengembangan Teknologi Produksi IVO dan Bensi Sawit dengan Katalis Merah Putih yang Terintegrasi dengan Kebun Rakyat
- Pengembangan Industri Garam
- Palapa Ring Integrasi
- Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan
Pengembangan Infrastruktur Digital yang Berkelanjutan
Dua dari proyek yang ditetapkan merupakan pengembangan dari infrastruktur digital yang sudah ada, menunjukkan komitmen pemerintah dalam melanjutkan transformasi digital.
1. Proyek Satelit Multifungsi
Proyek ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari inisiatif sebelumnya, seperti peluncuran Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) pada 19 Juni 2023. Satelit tersebut memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps dan berfokus melayani fasilitas publik serta pemerintahan di daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T). Pengembangan lebih lanjut dari proyek satelit multifungsi ini penting untuk menjamin ketersediaan akses internet yang merata.
2. Palapa Ring Integrasi
Proyek ini akan mengintegrasikan infrastruktur Palapa Ring yang sebelumnya terbagi menjadi tiga paket (Barat, Tengah, dan Timur). Integrasi ini mencakup jaringan sepanjang 12.083 kilometer, terdiri dari 8.203 km kabel darat dan sisanya kabel laut, yang berfungsi sebagai tulang punggung jaringan serat optik nasional.
Peningkatan Nilai Tambah Komoditas dan Lingkungan
Proyek strategis lainnya berfokus pada inovasi teknologi untuk mendukung kemandirian industri dan solusi lingkungan:
- Pengembangan Teknologi Produksi IVO dan Bensi Sawit dengan Katalis Merah Putih yang Terintegrasi dengan Kebun Rakyat: Inisiatif ini merupakan upaya hilirisasi komoditas sawit dengan memanfaatkan teknologi karya anak bangsa, yakni Katalis Merah Putih, untuk menghasilkan produk turunan bernilai tinggi, seperti Industrial Vegetable Oil (IVO) dan Bensin Sawit.
- Pengembangan Industri Garam: Proyek ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas garam melalui penerapan teknologi modern, baik dalam proses produksi maupun pengolahan.
- Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan: Proyek yang dikenal juga sebagai Waste-to-Energy ini menggunakan teknologi canggih untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan sumber energi terbarukan.
- Percepatan Pembangunan Technopark: Proyek ini diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat inovasi dan riset terpadu di daerah, yang berfungsi sebagai ekosistem bagi pengembangan teknologi, industri, dan sumber daya manusia.
(KR/cnbc)












