KompasReal.id, Warga pengungsi pascabanjir di Desa Ranto Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, hingga kini masih bertahan di lokasi penampungan sementara dengan kondisi serba terbatas. Banjir besar yang melanda wilayah tersebut tidak hanya memaksa warga mengungsi, tetapi juga meninggalkan kerusakan parah pada permukiman penduduk.
Data sementara di lapangan menunjukkan dari lebih 400 rumah warga, hanya tersisa 9 rumah yang masih berdiri. Sebanyak 391 rumah lainnya dilaporkan rusak berat dan rata dengan tanah akibat terjangan banjir, membuat ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka.
Di pengungsian, para warga sangat membutuhkan bantuan darurat berupa tenda, tikar, kelambu, dan selimut. Fasilitas dasar tersebut belum tersedia secara memadai, sehingga pengungsi terpaksa beristirahat dalam kondisi tidak layak, terutama pada malam hari.
Kebutuhan mendesak lainnya adalah obat-obatan dan layanan kesehatan. Sejumlah pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, serta penyakit kulit akibat lingkungan lembap dan minimnya fasilitas sanitasi. Hingga kini, bantuan medis masih sangat terbatas.
Selain itu, minimnya penerangan di lokasi pengungsian juga menjadi keluhan utama warga. Pada malam hari, kondisi gelap menimbulkan rasa tidak aman. Masyarakat pengungsi berharap pemerintah pusat dan instansi terkait segera memberikan bantuan menyeluruh agar penanganan bencana dapat dipercepat dan kehidupan pengungsi menjadi lebih layak.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













