Ray Rangkuti Soroti Pengakuan Demonstran Bayaran dan Eks Ketua BEM UBK, Sebut Demokrasi Terancam Rusak

Redaksi

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti menyoroti dua pengakuan yang belakangan menjadi perhatian publik, yakni pengakuan sejumlah peserta aksi pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengaku menerima uang untuk mengikuti demonstrasi, serta pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) terkait penerimaan uang menjelang aksi mahasiswa.

Menurut Ray Rangkuti, munculnya pengakuan-pengakuan tersebut menjadi alarm serius bagi kualitas demokrasi di Indonesia. Ia menilai praktik mobilisasi massa dengan imbalan uang berpotensi merusak esensi demokrasi yang seharusnya dibangun atas dasar kesadaran, aspirasi, dan partisipasi sukarela masyarakat.

Ray menyebut, apabila aksi demonstrasi maupun dukungan politik dilakukan karena adanya pembayaran tertentu, maka publik berhak mempertanyakan siapa pihak yang berada di belakang mobilisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa fenomena ini dapat mengaburkan suara rakyat yang sebenarnya dan menciptakan persepsi publik yang menyesatkan.

Sementara itu, pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK yang mengaku menerima uang sebelum aksi mahasiswa 15 Juni 2026 juga menjadi sorotan luas. Meski demikian, aksi mahasiswa disebut tetap berlangsung sebagaimana direncanakan. Kasus tersebut memicu perdebatan mengenai independensi gerakan mahasiswa dan potensi intervensi pihak tertentu terhadap aktivitas kampus.

 

Ray Rangkuti mengingatkan bahwa demokrasi akan kehilangan maknanya apabila ruang publik dipenuhi praktik-praktik transaksional. Karena itu, ia mendorong adanya transparansi dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti mengorganisir atau membiayai mobilisasi massa demi kepentingan politik tertentu. Menurutnya, demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila suara rakyat benar-benar lahir dari kesadaran, bukan dari bayaran.

 

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Komponen Otomotif Jepang Terancam Relokasi ke Vietnam, Ribuan Pekerja Berpotensi Terdampak
Viral! Konten “Pocong AI” Bikin Heboh Warga, Kreator Remaja Diperiksa Polisi
Mitra Program MBG Keberatan Penghentian Sementara Saat Libur, Khawatir Berdampak pada Usaha dan Pekerja
Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan
Di Perbatasan Papua Barat, Satgas Yonif 410 Bawa Pelayanan Kesehatan ke Rumah Warga
MAHASISWA TERIAK DEMOKRASI, BUNGKAM HAK BICARA MENTERI? 
Klaim Mobil Dipasangi Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Sorotan Netizen
Pengumuman Caba PK TNI AD Gelombang II TA 2026, Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Seleksi Transparan dan Berkualitas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:25 WIB

Ray Rangkuti Soroti Pengakuan Demonstran Bayaran dan Eks Ketua BEM UBK, Sebut Demokrasi Terancam Rusak

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pabrik Komponen Otomotif Jepang Terancam Relokasi ke Vietnam, Ribuan Pekerja Berpotensi Terdampak

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:10 WIB

Viral! Konten “Pocong AI” Bikin Heboh Warga, Kreator Remaja Diperiksa Polisi

Senin, 22 Juni 2026 - 08:18 WIB

Mitra Program MBG Keberatan Penghentian Sementara Saat Libur, Khawatir Berdampak pada Usaha dan Pekerja

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:43 WIB

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres Gibran Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Berita Terbaru

Mandailing natal

Pemkab Madina Rayakan Assyura dengan Pengajian dan Penyantunan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:27 WIB