KompasReal.id, Krisis energi yang melanda India kian menunjukkan dampak nyata di tengah masyarakat, terutama kalangan ekonomi bawah. Di wilayah Badlapur, sebuah peristiwa tak biasa terekam kamera: seorang pria melakukan ritual pemujaan terhadap tabung gas elpiji, simbol harapan di tengah kelangkaan bahan bakar yang semakin parah.
Aksi tersebut bukan sekadar fenomena unik, melainkan cerminan keputusasaan. Dengan harga energi yang melonjak tajam dan distribusi yang tersendat, banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak. Dalam kondisi terdesak, keyakinan dan harapan pun beralih ke hal-hal yang tak rasional, demi bertahan hidup.
Kondisi ini dipicu oleh terganggunya pasokan energi global, yang salah satunya berkaitan dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Jalur distribusi minyak dan gas yang tersendat berdampak luas, termasuk ke negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.
Fenomena pemujaan tabung gas ini menjadi simbol krisis yang lebih dalam—bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tekanan psikologis masyarakat. Ketika kebutuhan pokok menjadi barang langka, rasa cemas dan ketidakpastian mendorong sebagian orang mengambil langkah di luar nalar sebagai bentuk pelarian.
Pemerintah India kini menghadapi tekanan besar untuk segera menstabilkan harga serta memastikan distribusi energi yang merata. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa krisis global, terutama akibat konflik, memiliki dampak langsung yang sangat nyata terhadap kehidupan rakyat kecil.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Indianews












