Rombongan Petani Mendesak Pemerintah Bertindak untuk Segera Melaksanakan Reforma Agraria

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 20 September 2025 - 00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Serikat Petani Indonesia (SPI) akan memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September mendatang dengan mengajukan 8 tuntutan kepada pemerintah.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, mengatakan bahwa Hari Tani Nasional bukan sekadar peringatan, tetapi untuk mengingatkan kembali cita-cita reforma agraria di Indonesia.

Menurut Henry, ketimpangan agraria di Indonesia masih sangat tinggi, dengan angka 0,68. Sebagian besar petani Indonesia adalah petani gurem dengan lahan kurang dari 0,5 hektare, yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 16 juta jiwa.

Sementara itu, tanah dalam skala besar masih dikuasai oleh korporasi perkebunan, kehutanan, dan perusahaan pengembang.

SPI menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan konflik agraria yang berkepanjangan dan mendistribusikan lahan yang disengketakan kepada petani.

“Angka ini menunjukkan bahwa ketimpangan penguasaan tanah masih terus menekan kehidupan petani hingga hari ini,” kata Henry.

Berikut adalah 8 tuntutan SPI:

  • 1. Selesaikan konflik agraria yang sedang dihadapi oleh anggota SPI dan petani Indonesia.
    2. Hutan negara menjadi objek Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
    3. Tanah negara yang dikuasai perusahaan perkebunan dan kehutanan menjadi objek TORA.
    4. Revisi Perpres Percepatan Reforma Agraria No. 62 Tahun 2023 untuk kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
    5. Bentuk Dewan Nasional untuk Pelaksanaan Reforma Agraria dan Dewan Kesejahteraan Petani.
    6. Revisi UU Pangan, UU Kehutanan, dan UU Koperasi untuk mewujudkan reforma agraria dan kedaulatan pangan.
    7. Bentuk UU Masyarakat Adat untuk penguatan masyarakat adat.
    8. Cabut UU Cipta Kerja yang menyebabkan ketimpangan agraria dan menghalangi pelaksanaan reforma agraria.

SPI akan melakukan aksi demonstrasi dan mobilisasi lainnya pada 24 September di beberapa tempat, termasuk Kantor DPR-RI, Istana Presiden, dan Kementerian ATR-BPN. (KR/CNBC)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru