Rupiah Kembali Unggul Paling Kuat di Asia

Redaksi

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, jumat (12/9/2025). Menariknya Rupiah kembali memimpin sebagai mata uang yang paling kuat di Asia.

Melansir data Refinitiv, per pukul 09.20 WIB, rupiah tengah mengalami penguatan sebesar 0,30% pada posisi Rp16.405/US$.

Menjadikan mata uang garuda terkuat di kawasan Asia, yang diikuti oleh mata uang negara tetangga, ringgit Malaysia yang turut menguat 0,26% di level MYR 4,208/US$.

Dalam tiga hari terakhir, rupiah selalu menjadi mata uang terkuat di Asia di sesi awal perdagangan.

Dolar Taiwan juga mengalami penguatan sebesar 0,17% di posisi TWD 30,229/US$, serta baht Thailand dan won Korea yang masing-masing terapresiasi sebesar 0,09% dan 0,02%.

Disisi lain, terdapat beberapa mata uang Asia yang justru melemah terhadap dolar AS.

Yen Jepang tercatat menjadi yang paling tertekan di kawasan Asia, dengan pelemahan sebesar 0,14% di level JPY 147,39/US$, diikuti oleh peso Filpina melemah 0,08% di posisi PHP 57,115/US$.

Dolar Singapura, dan Rupee India sama-sama tertekan 0,07% di level SGD 1,281/US$, dan INR 88,307/US$.

Pergerakan mata uang Asia pada perdagangan hari ini, tentu dipengaruhi oleh pengaruh indeks dolar AS (DXY).

DXY terpantau tengah mengalami apresiasi 0,10% di level 97,627, setelah pada perdagangan kemarin, Kamis (11/9/2025) DXY ditutup melemah 0,25%.

Pelemahan terjadi setelah rilis data ekonomi AS yang memperlihatkan kombinasi inflasi yang meningkat dan pasar tenaga kerja yang makin rapuh.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat, Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada Agustus, lebih tinggi dibanding 0,2% pada Juli.

Secara tahunan, inflasi tembus 2,9% atau kenaikan terbesar dalam tujuh bulan terakhir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tetapkan 6 Proyek Strategis Nasional di Sektor Teknologi

Namun, sorotan pasar justru tertuju pada lonjakan klaim tunjangan pengangguran yang melonjak 27.000 menjadi 263.000, level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Eugene Epstein, Head of Trading and Structured Products Moneycorp di New Jersey, menilai data inflasi ini sebenarnya tidak cukup mengubah arah kebijakan The Fed.

“Semua orang tentu berharap CPI lebih jinak, tapi nyatanya data ini tidak benar-benar mengubah arah suku bunga The Fed,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Senada, Josh Jamner, analis strategi investasi senior ClearBridge Investments, menekankan bahwa pasar tenaga kerja kini lebih penting dari inflasi.

“Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, rilis CPI justru tertutupi oleh data pengangguran. Lonjakan klaim tunjangan pengangguran menjadi sinyal bahwa The Fed akan tetap fokus pada mandat lapangan kerja,” jelasnya.

Dari sisi ekspektasi pasar, kontrak berjangka Fed Funds kini menunjukkan peluang 91% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat FOMC pekan depan, dengan peluang 9% untuk pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin.

Sumber: CNBC Indonesia 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594
Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto Tinjau Langsung Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Papua Selatan  
252 SPPG DI SUMUT DI TUTUP, 6 SPPG DIANTARANYA DI TAPSEL DAN PADANGSIDIMPUAN
Kasad Hadiri Peringatan HUT ke-65 Kostrad di Cilodong
Prabowo Kumpulkan Para Mantas, Bahas Dampak Konflik Iran-AS bagi Kedaulatan Ekonomi dan Energi RI
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:16 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 12:14 WIB

PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:26 WIB

Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto Tinjau Langsung Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Papua Selatan  

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB