Siapa yang Untung dari Makan Bergizi Gratis? Guru Besar UGM Beri Jawaban Ini

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG telah menuai polemik bagi sejumlah kalangan. Sistem pengelolaan hingga dampak keracunan massal yang menyasar anak-anak dinilai sangat bermasalah.

‎Guru Besar Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof Dr R Agus Sartono, MBA, persoalan yang terjadi pada MBG bukan muncul dari ide besarnya. Namun, pada delivery mechanism, sehingga belakangan ini muncul pandangan negatif dan berbagai kasus keracunan.

‎Ia mempertanyakan, kenapa MBG tidak dilakukan menggunakan mekanisme yang ada pada program pemerintah lainnya. Misalnya target program MBG untuk siswa dan masyarakat tidak mampu, yang datanya sudah ada di Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial. Selain itu, ada juga data dari kementerian pendidikan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

‎Menurutnya, UU tersebut telah mengatur bahwa “pendidikan” merupakan urusan konkuren dan daerah diberi kewenangan. Misalnya, Kabupaten/Kota mengelola SD/SMP, Provinsi mengelola SMK/SMA dan pendidikan berbasis agama masih di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

‎”Oleh sebab itu, beri kewenangan kepada daerah sesuai undang-undang, dan Badan Gizi Nasional (BGN) hanya melakukan monitoring. Berdayakan Pemerintahan Daerah, dan dengan cara demikian maka koordinasi dan tingkat keberhasilan akan jauh lebih baik,” terangnya.

Pihak yang Untung dari Program MBG

‎Prof Agus menilai, persoalan keracunan massal di berbagai daerah terjadi karena panjangnya rantai penyaluran MBG. Menurutnya, penyaluran melalui Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG), hanya menguntungkan pengusaha besar yang mampu terlibat dalam program MBG.

‎”Sungguh menyedihkan jika unit cost Rp15.000 per porsi per anak, akhirnya tinggal hanya Rp7.000 saja? Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi ‘Makan Bergizi Gratis’ bagi pengusaha besar. Karena mendapat keuntungan yang besar secara ‘gratis’. Jika margin per porsi diambil Rp2.000 dan satu SPG melayani Rp3.000 porsi, maka per bulan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp150 juta atau Rp1,8 M per tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengurus Pusat JMSI Periode 2025-2030 Telah Disusun, Berikut Detailnya

‎Lebih lanjut, kata Prof Agus, kebocoran ‘keuntungan’ untuk pihak yang tidak seharusnya, perlu ditekan. Misalnya dengan pilihan implementasi MBG melalui uang tunai kepada siswa.

Bisa Manfaatkan Kantin hingga Bantuan Tunai

‎Prof Agus berpendapat, program MBG akan menebar lebih banyak keuntungan justru jika memanfaatkan kantin sekolah. Hal ini seperti yang dilakukan di negara-negara maju.

‎Ia menilai, jika penyaluran dilakukan melalui kantin sekolah, maka akan memberikan makanan yang segar dan skala untuk dampak yang muncul bisa lebih kecil serta terkontrol.

‎”Kebutuhan bahan baku dipenuhi dari UMKM di sekitar sekolah, sehingga tercipta sirkulasi ekonomi yang baik,” ujar Deputi Bidang Pendidikan dan Agama, Kemenko Kesra/PMK RI tahun 2010-2014 tersebut.

‎Selain itu, menurutnya, ada alternatif kedua yakni dengan memberikan dana secara tunai kepada siswa. Dalam hal ini, BGN hanya perlu menyusun panduan teknis dan pengawasan.

‎”Biarkan orang tua membelanjakan dan menyiapkan bekal kepada putra putrinya. BGN hanya perlu menyusun panduan teknis saja dan melakukan pengawasan,” imbuhnya.

Dengan mekanisme kedua, guru di sekolah juga melakukan pengawasan. Misalnya, jika ada anak tidak dibawakan bekal, maka akan ada peringatan kepada orang tuanya.

Prof Agus mengatakan, cara-cara semacam ini bisa menanggulangi praktik ‘pemburu rente’. Termasuk, penyaluran dengan cara transfer langsung ke siswa seperti halnya KIP.

“Dana dapat ditransfer langsung ke siswa setiap bulan seperti halnya KIP, atau seperti penyaluran BOS jika MBG dilakukan melalui kantin sekolah,” lanjutnya.

Prof Agus menyadari, bahwa MBG merupakan ide yang bagus. Karena banyak memberikan manfaat seperti perbaikan gizi, mengajarkan tata tertib mangantre saat ambil makanan, bertanggung jawab tidak membuang makanan, dan seterusnya. Namun, persoalan delivery mechanism yang perlu diperhatikan.

Baca Juga :  252 SPPG DI SUMUT DI TUTUP, 6 SPPG DIANTARANYA DI TAPSEL DAN PADANGSIDIMPUAN

“Masih belum terlambat, mari kita perpendek rantai distribusi MBG agar lebih efektif dan hilangkan cara-cara kotor memburu rente. MBG harus benar-benar Makan Bergizi Gratis bagi siswa,” pungkasnya. (KR/de)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru