Tarian Caci di Labuan Bajo, Simbol Persaudaraan Dedy Mulyadi dengan Masyarakat Manggarai

Redaksi

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Suasana hangat penuh kearifan lokal menyambut kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dalam momen yang sarat makna budaya tersebut, Dedy Mulyadi turut ambil bagian dalam prosesi Tarian Caci, tradisi khas masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ia dengan khidmat menerima “Capu Kalus” di Gendang Kaper, sebuah ritual yang menandai dimulainya prosesi adat. Momen ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi sebuah penghormatan tertinggi yang diberikan masyarakat adat kepada tamu istimewa.

Dalam tradisi Caci, Capu Kalus memiliki makna yang mendalam, yaitu pukulan sapa yang diberikan kepada tamu sebagai bentuk penghormatan dan penerimaan secara adat. Pukulan ini bukanlah simbol perlawanan, melainkan tanda persaudaraan, penghargaan, dan doa keselamatan bagi tamu yang datang. Dengan menerima pukulan tersebut, seorang tamu dianggap telah terikat secara batin dan diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Manggarai.

Dengan mengenakan busana adat dan mengikuti prosesi secara langsung, kehadiran Dedy Mulyadi dalam ritual ini menjadi simbol pertemuan budaya antara Jawa Barat dan Manggarai. Langkahnya menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap tradisi lokal dan kesediaan untuk merasakan langsung filosofi yang terkandung di dalamnya. Hal ini mencerminkan semangat kebhinnekaan, di mana perbedaan asal daerah tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati dan belajar dari kekayaan budaya lain.

Sebuah peristiwa yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperlihatkan kekayaan tradisi Nusantara yang tetap hidup dan dijaga hingga hari ini. Tarian Caci bukan sekadar tarian perang, melainkan media untuk memperkuat ikatan sosial dan persaudaraan antarwarga. Partisipasi aktif seorang pemimpin dari Jawa Barat dalam ritual ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai elemen bangsa.

Baca Juga :  Trauma Pedagang Es Gabus Salah Tangkap: Sudah Minta Maaf, Aparat Dituding Aniaya Pak Sudrajat

Dari Labuan Bajo, budaya berbicara. Dari Manggarai, persaudaraan ditegaskan. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masih menjadi pondasi dalam membangun hubungan antarmanusia. Pengalaman Dedy Mulyadi dalam prosesi Caci diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk terus melestarikan budaya dan menjadikannya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Ig

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terancam Bencana, KDM Stop Izin Perumahan di Seluruh Jawa Barat
Trauma Pedagang Es Gabus Salah Tangkap: Sudah Minta Maaf, Aparat Dituding Aniaya Pak Sudrajat
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:14 WIB

Tarian Caci di Labuan Bajo, Simbol Persaudaraan Dedy Mulyadi dengan Masyarakat Manggarai

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:36 WIB

Terancam Bencana, KDM Stop Izin Perumahan di Seluruh Jawa Barat

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:33 WIB

Trauma Pedagang Es Gabus Salah Tangkap: Sudah Minta Maaf, Aparat Dituding Aniaya Pak Sudrajat

Berita Terbaru