KompasReal.com, KUALA LUMPUR | Program strategis pariwisata Malaysia, Tourism Malaysia 2026, secara resmi diluncurkan di kawasan ikonik Bukit Bintang, Kuala Lumpur, pada Sabtu (3/1/2026). Peluncuran ini menandai komitmen kuat pemerintah Malaysia dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian negara.
Dalam acara tersebut, Sumut24 Group berhasil mendapatkan akses wawancara eksklusif dengan Syarul, seorang pejabat Kementerian Pariwisata Malaysia. Ia menyatakan bahwa program tahun 2026 dirancang untuk menjangkau pasar internasional dengan strategi yang lebih agresif dan terarah.
“Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, menjadi pasar prioritas karena kedekatan geografis dan budaya yang sangat strategis. Ini adalah fokus penting kami ke depan,” tegas Syarul dalam wawancara dengan Sumut24 Group.
Lebih dari sekadar mengejar peningkatan angka kunjungan, Tourism Malaysia 2026 juga mengusung konsep pariwisata berkelanjutan. Program ini bertujuan memperkuat destinasi lokal dan membangun kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, termasuk media dan pelaku industri lintas negara.
CEO Sumut24 Group dalam kesempatan yang sama menekankan peran vital media regional. Media dinilai mampu membangun narasi positif pariwisata Asia Tenggara sekaligus memperkuat hubungan bilateral, khususnya antara Indonesia dan Malaysia.
Pemilihan Bukit Bintang sebagai lokasi peluncuran sarat makna. Kawasan ini merepresentasikan wajah dinamis Malaysia yang modern, sebagai pusat wisata perkotaan, belanja, dan budaya yang telah mendunia.
Melalui program terpadu ini, pemerintah Malaysia optimistis dapat meningkatkan daya saing destinasi pariwisatanya di kawasan regional. Target jangka panjangnya adalah menempatkan Malaysia sebagai salah satu destinasi utama di Asia pada tahun-tahun mendatang.KR03













