KompasReal.id, Tanah Datar, Sumatera Barat — Masyarakat di Kabupaten Tanah Datar kembali menghidupkan tradisi Sholat 40 Hari selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Tradisi ini merupakan kegiatan ibadah berjamaah yang dilakukan secara istiqamah selama 40 hari berturut-turut, dimulai sejak awal Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.
Sholat 40 Hari biasanya dipusatkan di masjid dan surau di berbagai nagari. Warga berupaya tidak meninggalkan shalat fardhu berjamaah selama empat puluh hari penuh. Selain sebagai bentuk peningkatan kualitas ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga di tengah suasana Ramadhan.
Tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi ciri khas religius masyarakat Tanah Datar. Bahkan, sebagian warga meyakini bahwa menjaga shalat berjamaah selama 40 hari akan membentuk kedisiplinan spiritual dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan sosial.
Pelaksanaan tradisi ini juga diramaikan dengan tausiyah ba’da shalat, tadarus Al-Qur’an, serta buka puasa bersama di masjid. Generasi muda pun dilibatkan untuk ikut meramaikan saf shalat, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan semangat kebersamaan dan keistiqamahan, Tradisi Sholat 40 Hari menjadi bukti kuatnya nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang melekat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, khususnya di Kabupaten Tanah Datar selama bulan suci Ramadhan.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: KompasReal.id













