Tragis di Karawang: Sejoli Lakban Mulut Bayi Hasil Hubungan Gelap, Dibuang ke Pinggir Sawah

KompasReal.id

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Karawang – Warga Karawang digegerkan dengan penemuan jasad bayi di pinggir jalan tepi sawah, Kampung Kalenkupu, Kecamatan Tirtamulya.

Belakangan terungkap, bayi malang itu merupakan hasil hubungan di luar nikah dari sejoli berinisial RDL dan MRB. Tragisnya, bayi tersebut tewas setelah mulutnya dilakban oleh kedua pelaku agar tangisannya tak terdengar.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Ardiansyah menyebut, kedua pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah jasad bayi ditemukan.

“Hasil penyelidikan kami ungkap dua pelaku dan langsung kami amankan,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/10/2025).

Dari hasil penyelidikan, diketahui proses persalinan dilakukan secara mandiri di rumah pelaku perempuan, RDL.

MRB yang merupakan pasangan gelapnya ikut membantu proses kelahiran tanpa bantuan tenaga medis.

“Proses persalinan dilakukan sendiri di rumah pelaku perempuan,” jelas Fiki.

Begitu bayi lahir, sejoli itu langsung menutup mulut sang bayi dengan lakban agar tidak mengeluarkan suara tangisan. Tindakan kejam tersebut membuat sang bayi kehabisan napas dan meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, jasad bayi dibungkus kain hitam dan biru, dimasukkan ke dua lapis tas, lalu dibuang ke tepi sawah sekitar lima kilometer dari lokasi persalinan.

Menurut Kapolres, kedua pelaku mengaku panik dan malu atas kehamilan di luar nikah yang mereka rahasiakan dari keluarga.

“Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku panik dan malu atas lahirnya bayi tersebut,” tutur Fiki. Kini, keduanya telah diamankan di Polres Karawang untuk menjalani proses hukum.

Psikolog sosial, Dr. Rini Hartati, menilai kasus ini menjadi alarm serius tentang pentingnya pendidikan moral dan seksualitas bagi generasi muda.

“Rasa malu dan tekanan sosial kerap membuat pasangan muda bertindak nekat. Kita perlu menanamkan nilai tanggung jawab dan menyediakan ruang aman bagi mereka untuk mencari pertolongan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Pemuda Asal Jambi Dibekuk Satres Narkoba Polres Madina, Bawa 14,4 Kg Ganja Siap Edar

Sementara itu, tokoh masyarakat Karawang, Ustaz H. Dedi Suparman, mengecam keras tindakan tidak manusiawi tersebut.

“Anak adalah amanah Tuhan, sekecil apapun kesalahan masa lalu tidak bisa dibayar dengan menghilangkan nyawa. Ini pelajaran bagi kita semua agar jangan menutup mata terhadap persoalan sosial di sekitar,” tegasnya. (KR03)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026
Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594
Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto Tinjau Langsung Pos Kotis Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali di Papua Selatan  
252 SPPG DI SUMUT DI TUTUP, 6 SPPG DIANTARANYA DI TAPSEL DAN PADANGSIDIMPUAN
Kasad Hadiri Peringatan HUT ke-65 Kostrad di Cilodong
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:08 WIB

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:22 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:16 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Komprehensif Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 12:14 WIB

PERTAMA KALI! TNI AL Kirim Pemudik Roda Dua Lintas Pulau Jakarta-Babel dengan KRI Semarang-594

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB