KompasReal.com, Mandailing Natal – Video viral sejumlah oknum berpakaian dinas PNS merupakan para guru terlibat sedang baku hantam hingga membanting bangku plastik ke sesama guru lainnya.
Video yang berdurasi 1 menit 42 detik yang mempertontonkan pertengkaran antar-guru di SDN 086 Dalan Lidang itu terjadi pada Agustus 2025. Penyebabnya ditenggarai masalah jam masuk kerja.
Kronologinya, usai rapat internal di SD Negeri 086 Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, diketahui seorang guru honorer berinisial LN meledak emosi hingga membanting kursi ke meja rapat setelah jam mengajarnya dikurangi.
Kericuhan ini dipicu oleh kebijakan sekolah yang mengurangi jam mengajar LN. Sebagai tenaga kontrak, kebijakan tersebut langsung memengaruhi jumlah honor yang diterimanya setiap bulan.
Kondisi ini membuat LN merasa diperlakukan tidak adil dan kehilangan sumber penghasilan yang penting.
Ketegangan semakin memanas setelah seorang guru berstatus ASN yang hadir dalam rapat diduga melontarkan sindiran.
Emosi LN pun memuncak dan berujung pada aksi fisik: kursi dibanting, meja berantakan, bahkan pertengkaran sempat berlanjut ke adu dorong dengan rekan sesama guru.
Video perkelahian tersebut terekam oleh salah satu saksi rapat dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat jelas suasana kacau, dengan salah satu guru tersungkur ke lantai akibat dorong-dorongan.
Video itu kemudian menyebar cepat di grup WhatsApp dan Instagram lokal Mandailing Natal, menuai beragam komentar warganet.
Kepala SDN 086 Dalan Lidang bersama saksi-saksi lain telah dimintai keterangan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal. Pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian ini akan ditangani secara internal sembari menunggu hasil evaluasi dari Inspektorat.
Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, turut menanggapi kejadian tersebut. Ia menyayangkan insiden yang terjadi di lingkungan pendidikan dan menegaskan akan ada evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sekolah.
“Kami sudah minta Dinas Pendidikan untuk turun langsung. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi,” ujarnya. (KR03)












