Musibah Banjir dan Longsor: Ujian, Teguran, dan Panggilan untuk Tobat & Sedekah”

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 28 November 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid arrohman .jalan mawar,Al-Akhirah… Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang senantiasa memberi nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabatnya. Pada khotbah hari ini, kita hendak merenungi musibah banjir dan longsor yang menimpa saudara-saudara kita — termasuk di daerah kita, Padang Sidempuan — sebagai peringatan dan panggilan ilahi.

1. Musibah sebagai Ujian bagi Orang Beriman
Kita menyaksikan bagaimana banjir dan longsor merenggut harta, menimbulkan penderitaan, dan mengganggu kehidupan umat. Musibah seperti ini bukan semata-mata kejadian kebetulan, melainkan bagian dari sunatullah — ujian dari Allah bagi hamba-Nya yang beriman. Seperti khutbah Jumat belakangan yang mengingatkan bahwa musibah bisa menjadi ujian iman dan kesempatan untuk meningkatkan kesabaran dan ketakwaan.

2. Musibah sebagai Teguran dan Kesempatan Muhasabah
Banjir dan longsor bisa jadi teguran dari Allah atas kelalaian kita — terhadap diri sendiri, lingkungan, maupun tanggung jawab sosial. Bisa jadi akibat kurangnya kepedulian kita terhadap alam, terhadap kebersamaan, atau kurangnya kesadaran spiritual. Oleh karena itu, musibah hendaknya kita respon dengan muhasabah: mengevaluasi diri, memperbaiki ibadah, memperkuat rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.

3. Panggilan untuk Tobat — Individu dan Kolektif (Rakyat & Pejabat)
Dalam khotbah hari ini, sebagai khatib dan ketua MUI Kota Padang Sidempuan, saya mengajak seluruh jamaah — tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga para pemimpin dan pejabat — untuk introspeksi dan tobat. Baik rakyat maupun pemimpin seharusnya bersikap rendah hati, mengakui kelalaian, dan kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Karena musibah bisa jadi peringatan bagi siapa saja yang lalai dalam menjalankan amanah sebagai manusia dan khalifah di bumi.

Baca Juga :  Eks Kabag Umum Dharmasraya Ditahan, Negara Rugi Rp3 Miliar

4. Sedekah dan Kepedulian Sosial Sebagai Bentuk Ibadah & Upaya Menjauhkan Musibah
Sebagai bagian dari respon iman dan tanggung jawab sosial, marilah kita tingkatkan sedekah, membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor, mendirikan solidaritas umat. Sedekah dan kepedulian bukan hanya membantu fisik mereka, tetapi juga doa dan upaya agar Allah menjauhkan musibah dari kita. Karena hijrah dari kerasnya cobaan bisa melalui kebaikan dan kasih sayang antar sesama. Hal ini sejalan dengan khutbah-khutbah Jumat yang mengajak umat untuk “menolong sesama di tengah bencana.”

5. Ajakan untuk Memperbaiki Hubungan dengan Tuhan dan Sesama
Musibah adalah momentum untuk memperbaiki hubungan kita — dengan Allah melalui doa, ibadah, taubat; dan dengan sesama melalui solidaritas, tolong-menolong, dan keadilan. Marilah kita gunakan ujian ini sebagai titik kebangkitan: memperkuat iman, menumbuhkan kepedulian, dan menjaga persatuan.

6. Doa dan Harapan: Semoga Allah Ampuni, Lindungi, dan Limpahkan Rahmat-Nya
Kepada Allah kita menyerahkan seluruh urusan. Semoga Dia ampuni dosa-dosa kita, terimalah taubat kita, jauhkan musibah dari negeri kita — dari kota Padang Sidempuan dan seluruh Indonesia. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang tawakal, bersabar, dan aktif berbuat kebaikan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.KR03


 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru