Pemerintah Gerak Cepat Audit Tambang dan Hutan: Izin Bermasalah Terancam Dicabut Permanen

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 KompasReal.com,Jakarta – Pemerintah pusat bergerak cepat melakukan audit menyeluruh terhadap izin tambang dan pemanfaatan kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Instruksi tegas ini disampaikan oleh MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN sebagai respons atas maraknya kerusakan lingkungan dan potensi bencana ekologis yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menargetkan evaluasi tidak berhenti pada pemanggilan administratif, namun berlanjut hingga penindakan hukum bila ditemukan kejahatan lingkungan.

Audit difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, yang dalam laporan pemantauan disebut sebagai jalur kritis deforestasi dan pertambangan ilegal. MENTERI ESDM menegaskan bahwa izin usaha pertambangan (IUP) yang terbukti menyalahi aturan operasional atau tidak memenuhi persyaratan lingkungan akan langsung dibekukan dan dapat dicabut permanen. “Negara tidak akan melegitimasi eksploitasi yang mengorbankan keselamatan warga,” tegasnya.

Kementerian mengonfirmasi bahwa tim lintas lembaga telah diturunkan untuk audit lapangan, termasuk unsur KEPOLISIAN, BPKH, TNI, dan DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH. Pemeriksaan tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga tambang rakyat dan perkebunan sawit yang diduga memperluas konsesi tanpa izin resmi. Pemerintah membuka kanal pelaporan publik agar masyarakat dapat menyampaikan data lapangan mengenai dugaan pembalakan liar atau perambahan kawasan hutan.

Pengamat lingkungan menilai langkah audit ini sebagai sinyal penting perubahan kebijakan negara dalam menangani eksploitasi alam. Mereka menyebut pemeriksaan harus dibarengi penghentian kegiatan di zona ekosistem sensitif untuk memutus rantai deforestasi yang selama ini menjadi pemicu banjir bandang, longsor, dan krisis air bersih. “Negara harus berpihak pada keselamatan rakyat, bukan hanya pada angka produksi,” ujar salah satu peneliti kehutanan yang selama ini memonitor deforestasi di Sumatera.

Baca Juga :  Jaya Suprana Terima Anugerah Budaya Tertinggi di AKI 2025

Sejumlah perusahaan tambang diketahui membantah memiliki keterkaitan dengan kerusakan hulu sungai dan bencana ekologis. Namun pemerintah menyatakan tidak akan mengandalkan klaim sepihak tanpa bukti data. Audit berbasis citra satelit, pengukuran debit DAS, serta jejak perubahan tutupan lahan akan menjadi landasan verifikasi untuk memastikan konsesi dijalankan sesuai regulasi dan tidak menjadi sumber kerusakan ekologis.

Dengan audit nasional ini, publik berharap pemerintah tidak hanya memberi peringatan administratif tetapi juga menindak tegas pelanggar izin. Reformasi tata kelola tambang dan hutan dinilai menjadi kunci utama menyelamatkan ekosistem, menjaga ruang hidup masyarakat, serta mencegah bencana berulang yang merugikan negara. Jika proses evaluasi berjalan transparan dan konsisten, Indonesia berpeluang memasuki era pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada keselamatan generasi mendatang.KR03


 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor
Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo
Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi
Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan
Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Sukarela Dua Senjata Rakitan dan Sisik Trenggiling dari Warga Perbatasan
Semarak HUT RI Ke-81 Di Batas Ujung Timur, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Turut Gelar Upacara dan Layanan Kesehatan Gratis
Di Garis Depan NKRI, Satgas Yonif 643/Wns Gelar Perlombaan Rakyat Semarakkan HUT ke-81 RI
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:32 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 147/KGJ Bantu Pemakaman Masyarakat Kampung Ururu di Distrik Yamor

Kamis, 3 September 2026 - 10:51 WIB

Dari Rival Jadi Sekutu, Begini Strategi Politik “Othello” Prabowo

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Menkomdigi Terbitkan Aturan Baru: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Hak Konsumen Dilindungi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:28 WIB

Wujudkan Perbatasan Aman, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Rakitan dari Warga Perbatasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Yonif 123/Rajawali Serahkan Tugas Pamtas RI-PNG, Yonif 516/Caraka Yodha Resmi Bertugas

Berita Terbaru