KompasReal.id, Rantauprapat, Labuhanbatu, 20 Januari 2026 – Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu mencatat prestasi gemilang di awal tahun ini dengan berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp2,65 miliar melalui penanganan tindak pidana khusus (tipikor). Capaian ini diumumkan resmi pada pertengahan Januari 2026, dengan mayoritas berasal dari pengembalian kerugian negara pada kasus korupsi pembangunan dan renovasi Puskesmas di wilayah tersebut.
Menurut keterangan Kepala Kejari Labuhanbatu, sejumlah perkara telah mencapai tahap penyidikan dan penuntutan, termasuk dugaan korupsi dana hibah Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka yang kini memicu desakan masyarakat agar segera ditetapkan tersangka. Warga Labuhanbatu melalui berbagai kelompok masyarakat menyuarakan agar proses hukum dipercepat demi menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.
Selain itu, di bidang yang lebih positif, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan kategori bupati/walikota dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026.
Penghargaan ini diberikan atas program “Gema Sahabat” yang digagasnya, yang berhasil memperkuat pelestarian budaya lokal dan gotong royong di tengah masyarakat multietnis Labuhanbatu. Penyerahan anugerah dijadwalkan pada Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Serang, Banten.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem Januari–Februari 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu mendorong transformasi struktural Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai regulasi terbaru, sekaligus membudayakan gotong royong di tingkat desa. BMKG mencatat potensi hujan tinggi dan longsor masih tinggi di wilayah Labuhanbatu, Labusel, serta Labura, dengan 39 titik panas terdeteksi di Sumut secara keseluruhan.
Di sisi penegakan hukum lain, Polres Labuhanbatu dan jajaran Polsek terus aktif menyapa masyarakat, seperti kegiatan “Sapa Warga” Polsek Na IX-X di Desa Kampung Pajak, Labuhanbatu Utara, pada 20 Januari 2026, untuk mendengar langsung keluhan warga terkait keamanan dan ketertiban.
Isu ini mencerminkan dinamika Labuhanbatu Raya saat ini: antara upaya pemberantasan korupsi yang masif, penghargaan atas kepemimpinan budaya, serta antisipasi bencana alam di musim hujan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan ikut serta dalam program pencegahan bencana daerah.(KR03)
J
Penulis : Exy siregar
Editor : EMAS













