KompasReal.com, Medan — Rutan Kelas I Medan kembali menjadi sorotan publik menyusul munculnya kritik keras terkait dugaan pembiaran sejumlah persoalan internal yang dinilai berpotensi melanggar hak-hak warga binaan. Isu ini mencuat setelah beredar keluhan masyarakat dan keluarga tahanan yang menilai pengelolaan rutan tidak berjalan optimal. Pembiaran di Rutan Kelas I Medan pun menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) di Kota Medan menilai lemahnya pengawasan menjadi faktor utama munculnya berbagai persoalan di dalam rutan, mulai dari dugaan pelanggaran disiplin hingga ketimpangan perlakuan terhadap warga binaan. Mereka menegaskan bahwa pembiaran oleh pihak berwenang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mencederai prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Kritik juga diarahkan kepada aparat pengawas internal yang dinilai belum maksimal menjalankan fungsi kontrol. Menurut pengamat hukum, jika dugaan pembiaran ini benar, maka hal tersebut dapat berdampak serius terhadap citra lembaga pemasyarakatan, khususnya Rutan Kelas I Medan, yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.
Di sisi lain, masyarakat mendesak Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini dinilai penting guna memastikan tidak ada praktik yang menyimpang serta untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan di Sumut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rutan Kelas I Medan belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pembiaran tersebut. Publik berharap adanya klarifikasi terbuka dan langkah tegas dari instansi terkait agar persoalan ini tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan serta menjadi momentum perbaikan tata kelola rutan ke depan.KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS












