KompasReal.id,Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program bantuan sosial nasional senilai sekitar Rp 12 triliun (± US$715 juta) untuk mendukung keluarga berpenghasilan rendah sekaligus menjaga daya beli masyarakat pada kuartal pertama 2026. Program ini diumumkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat konsumsi domestic dan pertumbuhan ekonomi di awal tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa paket bantuan tersebut akan mencakup distribusi beras dan minyak goreng, serta subsidi diskon transportasi untuk perjalanan udara, kereta api, dan laut selama masa libur Idul Fitri 2026, dengan total anggaran mencapai Rp 12,83 triliun.
Program bantuan sosial ini dirancang untuk menyasar keluarga penerima manfaat, khususnya yang termasuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang menargetkan jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Penyaluran juga akan menggunakan mekanisme Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran dan transparan, sesuai arahan presiden.
Kementerian Sekretariat Negara
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mengimbau masyarakat untuk mengecek status kepesertaan bantuan melalui kanal resmi seperti situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi daring terkait, sehingga penerima manfaat dapat memastikan hak mereka terpenuhi tanpa biaya pendaftaran apapun.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 H, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Rmol.com.reuters.akurat












