Jalan Rusak di Madina Mengancam, Mahasiswi Jadi Korban

KompasReal.id

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Kondisi jalan rusak di Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), semakin memprihatinkan dan menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.

Lubang yang menganga, aspal yang terkelupas, dan genangan air yang menutupi permukaan jalan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Pantauan wartawan, di ruas jalan utama itu menunjukkan kerusakan yang cukup parah, terutama setelah curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Lubang-lubang yang tertutup air seringkali tidak terlihat oleh pengendara, sehingga banyak yang terperosok dan kehilangan kendali.

Salah satu korban adalah seorang mahasiswi asal Kota Padang Sidempuan yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kecamatan Panyabungan. Ia terpaksa dilarikan ke bidan terdekat setelah terjatuh akibat jalan berlubang.

“Saat itu saya ingin berangkat ke Sidempuan dari Panyabungan pada malam hari. Tepatnya di wilayah itu, saya tidak melihat lubang di tengah jalan. Karena tidak lagi bisa dikendalikan, akhirnya saya terjungkal hingga mengalami sejumlah luka di kepala, tangan, dan kaki,” ungkap mahasiswi tersebut.

Suleman (42), seorang pengemudi, juga mengaku hampir terjatuh saat melintas di jalan berlubang pada malam hari.

“Kalau siang masih bisa lihat dan menghindar, tapi kalau malam atau hujan deras, sangat berbahaya, terutama bagi pengendara yang belum hafal jalan di wilayah itu,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Masyarakat setempat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara merata dan berkelanjutan. Infrastruktur jalan yang layak tidak hanya menunjang kelancaran mobilitas, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Jika tidak segera ditangani, jalan rusak dikhawatirkan akan terus memakan korban dan memperparah angka kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah,” harap salah seorang warga. (KR11)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPM Madina Desak Kades Se-Gunung Tua Raya Usut Penyebab Sungai Rantopuran Keruh, Warga Krisis Air Bersih
Pemkab Madina & Pasbar Bahas Pembukaan Jalur Pastap Julu–Sigantang: Pangkas Jarak Hingga 70 Km, Dorong Ekonomi Perbatasan
Sungai Rantopuran Keruh, MPC PP Madina Siap Telusuri Dugaan Penyebab di Hulu
Peringati Hardiknas 2026, Lomba Mewarnai di Kotanopan Edukasi Anak Jauhi Game Berlebihan dan Konten Negatif
Bupati Madina Terima 14 Sertifikat Elektronik Aset Daerah dari BPN
Krisis Air Bersih di Gunung Tua Raya Kian Parah, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Didominasi Kasus Narkoba, Rokok Ilegal Ikut Dimusnahkan dalam Kegiatan Kejari Madina
Momen Menyentuh di Depan DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis Borong Gula Kapas, Minta Dibagikan Gratis ke Anak-anak
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:52 WIB

IPM Madina Desak Kades Se-Gunung Tua Raya Usut Penyebab Sungai Rantopuran Keruh, Warga Krisis Air Bersih

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:52 WIB

Pemkab Madina & Pasbar Bahas Pembukaan Jalur Pastap Julu–Sigantang: Pangkas Jarak Hingga 70 Km, Dorong Ekonomi Perbatasan

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:49 WIB

Sungai Rantopuran Keruh, MPC PP Madina Siap Telusuri Dugaan Penyebab di Hulu

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Peringati Hardiknas 2026, Lomba Mewarnai di Kotanopan Edukasi Anak Jauhi Game Berlebihan dan Konten Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:24 WIB

Bupati Madina Terima 14 Sertifikat Elektronik Aset Daerah dari BPN

Berita Terbaru