Dansat Brimob Polda Sumut Pimpin Penggerebekan Tambang Ilegal di Perbatasan Madina-Tapsel, 12 Ekskavator Diamankan

Redaksi

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) melakukan penggerebekan terhadap lokasi tambang liar yang berada di kawasan abu-abu atau perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, berhasil mengamankan sebanyak 12 unit alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan tanpa izin tersebut.

Kronologi dan Dasar Tindakan
Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, saat memberikan keterangan di lokasi, menyatakan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung pimpinan tertinggi kepolisian. “Ini merupakan perintah langsung bapak Kapolri, melalui Bapak Kapolda Sumut yang juga kami diarahkan Komandan Korps Brimob,” ujarnya. Pemicu operasi adalah beredarnya video viral yang memperlihatkan aktivitas tambang liar di wilayah terpencil tersebut, yang kemudian mendorong kepolisian untuk segera turun tangan.

Medan Berat dan Akses Sulit
Dansat Brimob menjelaskan bahwa lokasi tambang liar tersebut berada di area dengan medan yang sangat berat dan sulit dijangkau. Tim gabungan harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 12 jam untuk mencapai lokasi utama. Sementara itu, tim khusus yang bertindak sebagai pendobrak harus menggunakan sepeda motor roda dua dan memakan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. “Untuk mobil atau kendaraan lain tidak bisa, kecuali spek off-road,” tegas Kombes Rantau, menggambarkan tantangan geografis yang dihadapi aparat di lapangan.

Barang Bukti dan Tersangka
Dalam operasi senyap tersebut, petugas berhasil mengamankan 12 unit ekskavator yang diduga kuat digunakan untuk merusak kawasan hutan dan melakukan aktivitas pertambangan ilegal. Selain alat berat, pihak Brimob juga mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai tersangka. Namun, Kombes Rantau menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas pada tahap penindakan dan pengamanan. “Nanti yang mendalami bukan kami, Brimob, tapi Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara,” ujarnya, menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut terkait peran masing-masing tersangka kepada penyidik kriminal khusus.

Baca Juga :  Vonis UU ITE Tuai Kontroversi, Terdakwa Dihukum 7 Bulan Penjara

Penggerebekan ini menjadi bukti komitmen Polda Sumut dalam memberantas praktik penambangan liar yang tidak hanya merugikan negara dari sektor penerimaan, tetapi juga merusak lingkungan. Kawasan perbatasan Madina-Tapsel yang selama ini dikenal rawan karena berada di wilayah abu-abu administratif, kini menjadi sorotan utama aparat penegak hukum. Dengan diamankannya puluhan alat berat, diharapkan aktivitas ilegal yang merusak ekosistem dapat dihentikan dan para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penelusuran Hulu Sungai Rantopuran Ditunda, Kades Masih Musyawarahkan Personel dan Bekal Tim
Bupati Madina Temui Pemilik Lion Air, Bahas Jalur Penerbangan
Normalisasi Sungai Sianciing Jadi Prioritas, Dinas PUPR dan BPBD Madina Tinjau Titik Banjir di Siabu
Kapolres Madina Pastikan Kesiapan Personel di Pos Pengamanan, Tinjau Langsung Pelayanan Untuk Masyarakat
Tiga Hari ke Depan, Kades Se-Gunung Tua Raya Akan Telusuri Penyebab Keruhnya Sungai Rantopuran
Hardiknas 2026 di Kotanopan, Pers Sahabat Anak Hebat Gelar Lomba Mewarnai sebagai Wadah Edukasi dan Kreativitas Anak
IPM Madina Desak Kades Se-Gunung Tua Raya Usut Penyebab Sungai Rantopuran Keruh, Warga Krisis Air Bersih
Pemkab Madina & Pasbar Bahas Pembukaan Jalur Pastap Julu–Sigantang: Pangkas Jarak Hingga 70 Km, Dorong Ekonomi Perbatasan
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:49 WIB

Penelusuran Hulu Sungai Rantopuran Ditunda, Kades Masih Musyawarahkan Personel dan Bekal Tim

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:40 WIB

Bupati Madina Temui Pemilik Lion Air, Bahas Jalur Penerbangan

Senin, 11 Mei 2026 - 18:02 WIB

Normalisasi Sungai Sianciing Jadi Prioritas, Dinas PUPR dan BPBD Madina Tinjau Titik Banjir di Siabu

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:29 WIB

Kapolres Madina Pastikan Kesiapan Personel di Pos Pengamanan, Tinjau Langsung Pelayanan Untuk Masyarakat

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:27 WIB

Tiga Hari ke Depan, Kades Se-Gunung Tua Raya Akan Telusuri Penyebab Keruhnya Sungai Rantopuran

Berita Terbaru