kompasReal.id, Perekonomian global pada tahun 2026 menunjukkan tanda-tanda tekanan serius akibat kombinasi konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian kebijakan moneter di berbagai negara maju. Lembaga seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia cenderung melambat dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang memicu tekanan inflasi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah serta konflik berkepanjangan seperti Perang Rusia-Ukraina berdampak langsung pada distribusi minyak dan gas dunia. Akibatnya, banyak negara mengalami kenaikan biaya produksi yang berimbas pada harga barang dan jasa.
Di sisi lain, harga pangan dunia juga mengalami peningkatan signifikan. Gangguan cuaca ekstrem dan perubahan iklim memperburuk produksi pertanian di sejumlah negara, sementara biaya logistik yang tinggi membuat distribusi semakin mahal. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan krisis pangan di beberapa wilayah berkembang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan.
Meski demikian, sejumlah negara mulai mengambil langkah strategis untuk menahan dampak krisis, seperti diversifikasi energi dan penguatan sektor domestik. Para analis menilai bahwa stabilitas ekonomi global sangat bergantung pada meredanya konflik geopolitik serta koordinasi kebijakan antarnegara guna menjaga keseimbangan pasar dunia.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












