Mengenang Karya Legendaris ‘Perempuan dari Sidimpuan’, Tantawi Panggabean Berharap Lahir Karya Baru Pembawa Nama Daerah

Paruhum Nasution

- Editor

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan – Nama besar Kota Padangsidimpuan pernah terukir indah lewat sebuah karya seni pertunjukan yang memikat hati ribuan penonton di seluruh Indonesia pada dekade 90-an.

Berjudul “Perempuan dari Sidimpuan”, sinetron atau drama produksi Televisi Republik Indonesia (TVRI) tahun 1992 silam kini kembali menjadi perbincangan hangat dan kenangan indah bagi masyarakat, sekaligus menyisakan rasa penasaran lantaran jejak rekamnya sulit ditemukan di dunia maya.

Karya yang digarap oleh alm. Burhan Pohan, putra daerah asli Padangsidimpuan ini, mengangkat kisah berlatar budaya dan kearifan lokal masyarakat Batak Angkola-Mandailing.

Di era tersebut, TVRI kerap menayangkan drama-drama bernuansa daerah sebagai wujud nyata pelestarian kekayaan budaya bangsa, dan “Perempuan dari Sidimpuan” menjadi salah satu primadona yang sangat populer saat itu.

Kini, banyak warga masyarakat yang mengeluhkan dan bertanya-tanya mengapa tidak ditemukan lagi arsip, cuplikan, maupun potongan adegan dari karya legendaris tersebut di berbagai platform media sosial maupun internet.

Menanggapi hal itu, salah satu aktor utama yang berperan dalam drama tersebut, Tantawi Panggabean, angkat bicara.

Pria kelahiran Medan, 1955, yang telah menetap dan berdomisili di Padangsidimpuan selama 47 tahun terakhir ini membenarkan dirinya beradu akting bersama aktris ternama Tetty Liz Indrianty sebagai pemeran utama perempuan.

Menurut Tantawi, kendala utama yang membuat karya ini sulit dinikmati kembali oleh generasi sekarang adalah keterbatasan arsip yang tersimpan.

“Arsip lengkap maupun cuplikan drama tersebut hingga saat ini masih sepenuhnya menjadi milik dan tersimpan di gudang arsip pihak TVRI. Kami pun terus berupaya dan berikhtiar untuk bisa mendapatkan hak akses atau salinan arsip tersebut, agar bisa kembali ditayangkan ulang dan dinikmati oleh publik serta para penggemar setianya,” ungkap Tantawi saat ditemui, menceritakan kembali nostalgia emasnya bersama karya tersebut.

Baca Juga :  Rahmawati Gultom Raih Anugerah Pengawas Madrasah Inovatif Tingkat Nasional 2026‍

Lebih jauh, aktor senior yang pernah membintangi berbagai produksi TVRI Stasiun Medan ini menyampaikan harapan besarnya. Baginya, kehadiran karya “Perempuan dari Sidimpuan” seharusnya menjadi tonggak sejarah dan pemicu semangat bagi para seniman muda maupun pelaku seni di daerah ini.

“Harapan kami yang paling besar setelah hadirnya karya indah ini, semoga akan terus lahir karya-karya selanjutnya. Karya seni, film, atau drama yang kembali mengangkat dan membawa nama besar daerah kita, Padangsidimpuan, ke kancah yang lebih luas, seperti yang pernah kami lakukan dulu,” ujarnya penuh harap.

Selain “Perempuan dari Sidimpuan”, kekayaan budaya Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan juga pernah diangkat dalam karya besar lainnya berjudul “Azab dan Sengsara” pada tahun 1994.

Diadaptasi dari novel klasik karya Merari Siregar yang lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan, sinetron ini disyuting langsung di lokasi asli cerita agar nuansa sejarah dan suasana adat tahun 1890-an terasa nyata.

Sayangnya, sama halnya dengan karya sebelumnya, dokumentasi detail produksi TVRI masa itu sangat terbatas terekam di internet. Padahal, sinetron ini cukup fenomenal dengan mengangkat kisah adat warisan dan pernikahan yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat saat itu.

Beberapa nama aktor yang diperkirakan terlibat dalam produksi ini antara lain Tantawi Panggabean sendiri, Arthur Tobing, Raynaldi Surbakti, Sherly Marcelina, hingga Diana Yusuf yang disutradarai Edward Pesta Sirait dengan lokasi syuting di Bagas Godang Sipirok.

Karena minimnya rekaman digital, jejak karya emas tersebut kini hanya bisa ditemukan di tempat-tempat penyimpanan resmi seperti arsip TVRI Sumatera Utara Medan, Dinas Kebudayaan setempat, maupun ingatan warga lokal yang pernah terlibat saat proses syuting berlangsung.

Tak sedikit pula kolektor pribadi atau komunitas pencinta karya seni lama yang masih menyimpannya dalam pita kaset rekaman.

Baca Juga :  Arus Balik di Padangsidimpuan Padat Namun Lancar, Didukung Kesiapan Aparat

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya pelestarian karya seni budaya daerah. Keberadaan karya seperti “Perempuan dari Sidimpuan” dan “Azab dan Sengsara” bukan sekadar hiburan, melainkan identitas sejarah, bukti bahwa Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan memiliki kekayaan cerita dan budaya yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Hingga kini, masyarakat dan pencinta seni masih menanti langkah nyata pelestarian, agar cerita-cerita indah masa lalu tidak hilang ditelan zaman, namun bisa menjadi inspirasi lahirnya karya-karya baru yang lebih hebat dan membanggakan. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tangkap Terduga Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti 1,12 Gram
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Padangsidimpuan Terima Kunjungan Silaturahmi Dandim 0212/TS
Galian Pipa PDAM Tirtanadi Rusak Jalan Padangsidimpuan, Publik Soroti Pengerjaan Asal-Asalan
JMSI Tabagsel Serahkan Cendera Mata & Tegaskan Dukungan untuk Kapolres Baru
Pisah Sambut Kapolres Padangsidimpuan: AKBP Wira Pamit, AKBP Noval Siap Lanjutkan Kinerja
PERSONEL SATLANTAS POLRES PADANGSIDIMPUAN GOTONG ROYONG BERSIHKAN DRAINASE JALAN, CEGAH KERUSAKAN JALAN DAN KECELAKAAN LALU LINTAS
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Berpamitan dengan JMSI Tabagsel, Suasana Hangat Penuh Kekeluargaan
Wali Kota Padangsidimpuan Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Kinerja Nyata dan Pelayanan Publik
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:33 WIB

Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Tangkap Terduga Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti 1,12 Gram

Jumat, 17 Juli 2026 - 01:10 WIB

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolres Padangsidimpuan Terima Kunjungan Silaturahmi Dandim 0212/TS

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:42 WIB

Galian Pipa PDAM Tirtanadi Rusak Jalan Padangsidimpuan, Publik Soroti Pengerjaan Asal-Asalan

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:11 WIB

JMSI Tabagsel Serahkan Cendera Mata & Tegaskan Dukungan untuk Kapolres Baru

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:49 WIB

Pisah Sambut Kapolres Padangsidimpuan: AKBP Wira Pamit, AKBP Noval Siap Lanjutkan Kinerja

Berita Terbaru