Hindari Jalan Rusak Batu Jomba, Pilih Jalur Alternatif

Redaksi

- Editor

Minggu, 22 September 2024 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Situasi tanjakan di Jalan Nasional Batu Jomba, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

i

Keterangan Foto: Situasi tanjakan di Jalan Nasional Batu Jomba, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sipirok, Sumatera Utara, KompasReal.com – Kondisi Jalan Nasional Batu Jomba, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang semakin parah membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Badan jalan yang amblas dan terus menurun, mengakibatkan tanjakan semakin curam dan sulit dilalui.

“Untuk menghindari kerusakan jalan Batu Jomba, pengendara sebaiknya memilih jalur lain,” saran Aiptu Velberik Sitompul, anggota polisi yang aktif membantu warga yang kesulitan melewati tanjakan tersebut.

Aiptu Velberik, yang terlihat sigap dengan mantel hujan, sepatu bot, dan topi polisi, rela menuntun, menarik, bahkan menggendong anak dan mengangkat barang bawaan warga yang kesulitan melewati tanjakan. Ia juga rela membantu menarik atau mendorong kendaraan roda dua.

“Sejak 2016, jalan ini terus turun. Dulu mulus, sekarang semakin parah,” ujar seorang warga setempat.

Perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan alat berat dan tanah timbunan belum membuahkan hasil. Setidaknya 50 meter badan jalan terus mengalami penurunan, membuat tanjakan semakin ekstrem.

“Lokasi jalan ini berada di titik patahan sesar aktif Sumatera,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat pengendara kesulitan melewati tanjakan. Kendaraan dari arah Tarutung menuju Sipirok harus ditarik dengan mobil khusus menggunakan tali sling atau didorong dengan alat berat. Roda dua terpaksa didorong bersama-sama atau ditarik dengan tali.

“Mobil yang saya tumpangi harus ditarik, saya sampai harus turun dan jalan kaki, susah sekali,” kata seorang penumpang.

Dari arah sebaliknya, kendaraan juga harus menggunakan sling penahan agar tidak terperosok saat menurun. Roda dua juga harus ditahan, dituntun, atau diulur dengan tali.

Aiptu Velberik menyarankan pengendara untuk memilih jalur alternatif, seperti dari Pasar Sipirok menuju Pangaribuan hingga ke Siborong Borong, Tapanuli Utara. Atau, dari Padangsidimpuan menuju Sibolga dan tembus ke Tarutung. Untuk menghindari batu lubang Sibolga, pengendara bisa mengambil jalan arah Barus dan masuk ke Simpang Rampa kemudian ke Tarutung.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Besi Tua di Simpang UGN Padangsidimpuan, Api Sempat Menjalar Besar
Heboh RSUD Padangsidimpuan, Seorang Pria Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Gedung Lantai Atas
Aek Bilah Siap Jadi Tuan Rumah MTQ ke-58 Tingkat Kabupaten Tapsel Tahun 2026
Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis
Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Peringati Hardiknas, Sakhti Pati Alam Soroti Krisis Kesejahteraan Guru: Masih Diabaikan?
Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes
Kecelakaan Maut Bus ALS vs Betor di Sihitang, Sopir Meninggal di Tempat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:00 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan Gudang Besi Tua di Simpang UGN Padangsidimpuan, Api Sempat Menjalar Besar

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:12 WIB

Heboh RSUD Padangsidimpuan, Seorang Pria Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Gedung Lantai Atas

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:56 WIB

Aek Bilah Siap Jadi Tuan Rumah MTQ ke-58 Tingkat Kabupaten Tapsel Tahun 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:19 WIB

Heboh Klaim “Verifikasi DNA Aset Nusantara” di Swiss, Pakar Minta Publik Tetap Kritis

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:38 WIB